Perbaiki Diri Selama Ramadan

916
FASILITAS KEAGAMAAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan bantuan Al Quran kepada takmir Masjid Baitul Makmur. (Humas Pemkot for Jawa Pos Rase)
FASILITAS KEAGAMAAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan bantuan Al Quran kepada takmir Masjid Baitul Makmur. (Humas Pemkot for Jawa Pos Rase)

SEMARANG – Minimal ada tiga perbaikan diri yang dapat dipetik selama bulan Ramadan. Pertama adalah adanya perbaikan hubungan dengan Allah SWT. Pada bulan Ramadan ini, umat muslim berlomba-lomba melakukan berbagai amalan positif mengingat bulan Ramadan dipenuhi dengan berkah dan maghfiroh.

“Pada bulan Ramadan ini, biasanya kita menambah amalan positif. Kalau biasanya salat sendiri di rumah, selama Ramadan salat berjamaah. Kalau biasanya salat bolong-bolong, Ramadaan ini InsyaAllah full jamaah di masjid. Yang biasanya cukup salat wajib, Ramadaan ini ditambah dengan amalan sunah dan membaca Al Quran. Ini tentu peningkatan yang sangat indah,” ungkap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, saat menggelar tarawih keliling (tarling) di Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Semarang Timur, Minggu (29/5).  “Tak hanya itu, selama Ramadan, perbaikan hubungan dengan sesama manusia pun banyak kita rasakah. Selama bulan ini, kita lebih banyak berbagi dan melatih kepekaan rasa dengan sesame,” imbuh Hendi, sapaan akrabnya.

Momentum Ramadan ini pula, lanjut Hendi, menjadi momentum penting untuk dapat mengintrospeksi dan memperbaiki diri. Yang sudah baik dapat diteruskan, yang kurang baik dapat diperbaiki. “Bulan Ramadan ini harapannya dapat menjadi pemersatu kita, mengingatkan kita kembali bahwa kita smua adalah sedulur, anak cucu Adam dan Hawa,” ujar wali kota.

Selanjutnya, yang ketiga, momentum Ramadan juga menjadi sarana perbaikan hubungan dengan lingkungan sekitar. Khususnya di wilayah Semarang Timur ini, wali kota mengajak seluruh warga untuk berkontribusi lebih pada penyelesaian masalah rob dan banjir yang belum teratasi tuntas.

Rencananya, Pemkot Semarang bersama Pemprov Jateng dan pemerintah pusat telah mengalokasikan dana Rp 800 miliar untuk penanganan masalah rob dan banjir melalui normalisasi 5 sungai, yaitu Banger, Tenggang, Sringin, Babon, dan Banjir Kanal Timur.”Pemkot mengajak seluruh pihak untuk dapat mendukung rencana ini termasuk dari sisi relokasi. Kami telah menyiapkan tempat layak relokasi,” imbuhnya.

Sementara imam dan khatib, Subhkan dalam tausiahnya mengingatkan seluruh jamaah akan makna syukur. Syukur merupakan aplikasi dari bentuk penerimaan terbaik seorang hamba atas segala nikmat yang diberikan Allah Ta’ala. Syukur juga akan menimbulkan kesadaran untuk memaknai setiap karuniaNya sebagai jalan terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Wali kota juga menyerahkan bantuan berupa 3 buah gerobak sampah kepada warga masyarakat Kelurahan Bugangan dan bantuan Al Quran kepada takmir Masjid Baitul Makmur. (zal/smu)