REZEKI TAHUNAN: Seorang pedagang makanan untuk berbuka puasa di Jalan Pahlawan Semarang, sore kemarin. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
REZEKI TAHUNAN: Seorang pedagang makanan untuk berbuka puasa di Jalan Pahlawan Semarang, sore kemarin. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sudah menjadi tradisi, tiap bulan Ramadan, para pedagang musiman memadati jalan-jalan protokol untuk menjajakan menu takjil atau berbuka puasa. Aneka makanan dan minuman bisa didapatkan terutama bagi mereka yang terpaksa harus berbuka puasa di jalan, saat perjalanan pulang dari tempat bekerja.

Salah satu yang tak pernah sepi dari penjaja takjil adalah Jalan Pahlawan Semarang. Puluhan penjual musiman mencoba untuk menarik keuntungan dengan menjajakan menu-menu takjil yang beraneka ragam. Mereka dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

“Ini sudah tahun kedua saya berjualan takjil di bulan Ramadan. Ya lumayan juga sih keuntungannya bagi saya bisa untuk merayakan lebaran,” kata Devi Maharani, mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta.

Untuk Ramadan tahun ini penjaja takjil di Jalan Pahlawan Semarang cenderung beragam. Bahkan dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang, sejumlah penjual sengaja menjual makanan berat sebagai menu buka puasa. “Namun repotnya kalau cuaca tidak menentu. Seperti misalnya sore ini (kemarin, Red) karena agak mendung padahal saya sudah terlanjur menyiapkan menu takjil banyak yang dingin,” sambung Arka Dewangga, ditemui di tempat yang sama.

Selain di Jalan Pahlawan, variasi menu-menu takjil di Semarang juga bisa kita jumpai di halaman Masjid Agung Semarang atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kauman Semarang. Hanya saja bedanya, di sekitar halaman Masjid Kauman Semarang, pedagang-pedagang tiban tersebut memang telah diberikan tempat oleh pihak pengelola Masjid berupa tenda-tenda untuk menjajakan menu takjil mereka.

Kemudian di sekitaran kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang juga menjadi tempat favorit bagi penjaja takjil musiman. Selain membidik pasar mahasiswa, penjual takjil di wilayah Undip juga menjadi jujukan masyarakat sekitar. (bas/smu)