33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Pedagang Keluhkan Kebocoran

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

TEGAL-Pedagang Pasar Kejambon yang menempati pasar sementara di Jalan Sultan Agung, mengeluhkan kebocoran atap, Senin (29/5) kemarin. Kebocoran terjadi setelah hujan mengguyur sejak Minggu (28/5) lalu. Pedagang menilai, atap pasar sementara yang terbuat dari terpal plastik, terlalu tipis dan rapuh. Sehingga saat diguyur hujan, kebocoran tidak terelakkan.

Salah satu pedagang di pasar sementara yang merasakan dampak kebocoran, adalah Iroh, 55. Pedagang roti itu mengaku semalaman memikirkan barang dagangannya, saat hujan mengguyur. Apa yang dipikirkan Iroh, ternyata kejadian. Pada Senin pagi, barang dagangannya banyak yang basah, karena terkena air hujan yang bocor. “Saya berjualan roti, untungnya tidak seberapa. Untuk membeli seng, nanti tidak menutup modal,” ujarnya.

Selain Iroh, pedagang lain yang merasakan dampak kebocoran yakni Barso, 49. “Ini bocor parah. Banyak air yang masuk. Saya khawatir barang dagangan rusak,” kata pedagang sembako tersebut. Baik Iroh maupun Barso berharap, persoalan ini segera ditangani.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kejambon Siti Sobiroh meminta agar Pemerintah Kota Tegal melalui dinas terkait bisa segera mengatasi persoalan yang dikeluhkan pedagang. Yakni, dengan memperkuat terpal plastik, misalnya dengan seng, sebagaimana keinginan pedagang. Sehingga, pedagang tidak khawatir manakala hujan mengguyur. “Di sini kebanyakan ibu-ibu semua. Pedagang khawatir apabila hujan turun dua sampai tiga hari,” ungkapnya.

Siti menambahkan, selain persoalan sarana pasar, pedagang banyak yang mempertanyakan terkait perkembangan pembangunan Pasar Kejambon. Sebab sejak dibongkar, sampai saat ini belum dilakukan pembangunan fisik. “Kalau sampai saat ini belum juga dibangun, mengapa dulu kami cepat-cepat dipindah?” ujar pedagang daging tersebut.

Siti dan seluruh pedagang berharap, pembangunan Pasar Kejambon bisa segera diselesaikan. Pasalnya, semenjak berjualan di pasar sementara, pembeli berkurang dan pendapatan pedagang rata-rata menurun.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Agus Teguh Raharjo melalui Kepala Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Pasar Adayat menyampaikan, terkait kebocoran tersebut, akan segera ditangani. Sebelumnya, sejumlah terpal plastik juga terlepas, namun sudah dipasang kembali. Soal pembangunan fisik Pasar Kejambon, saat ini memasuki tahap lelang. “Akhir Juni sudah ada pemenang, dan Juli sudah bisa dimulai pembanguan fisiknya,” ujarnya. (nam/ela/jpg/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Bekali Warga Kemampuan Membuat Film Dokumenter

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang gencar melakukan gerakan dokumentasi cagar budaya. Hal ini dilakukan guna lebih mengenalkan wilayah Batang lebih luas. Karena...

Kabaret Cosplay Sambut Imlek

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG -Jika biasanya cosplay ditampilkan dalam acara berbau Jepang, sejumlah pemuda yang tergabung dalam tim cosplay Pejuang Semawis justru digunakan untuk menyambut tahun baru...

Tanam 1.000 Pohon di Waduk Wadaslintang

WONOSOBO - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak bekerja sama dengan Koramil Wadaslintang beserta warga menanam 1.000 pohon keras di kawasan aliran Waduk Wadaslintang,...

Kades Desak Revisi Perbub Perangkat Desa

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Paguyuban Kepala Desa Kendal meminta agar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 51 tahun 2017 tentang Tatacara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa di Kabupaten Kendal...

Genjot Revenue, Hadirkan Sky Meeting Room

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Awal Tahun 2018 menjadi ajang untuk semakin meningkatkan performa hotel bagi Pesonna Hotel Semarang. Hotel yang terletak di Jalan Depok Semarang...

Kena Razia, Galian C Illegal Ganti Operator

SEMARANG - Operator tambang ilegal di Jateng selalu kucing-kucingan dengan aparat kepolisian dalam beroperasi. Biasanya setelah kena razia gabungan tim Reskrim kepolisian dan Pemprov...