Pedagang Keluhkan Kebocoran

1051
PASAR SEMENTARA : Sejumlah pedagang berjualan di pasar sementara yang beratap terpal plastik, Senin (29/5). (K ANAM SYAHMADANI/RATEG)
PASAR SEMENTARA : Sejumlah pedagang berjualan di pasar sementara yang beratap terpal plastik, Senin (29/5). (K ANAM SYAHMADANI/RATEG)

TEGAL-Pedagang Pasar Kejambon yang menempati pasar sementara di Jalan Sultan Agung, mengeluhkan kebocoran atap, Senin (29/5) kemarin. Kebocoran terjadi setelah hujan mengguyur sejak Minggu (28/5) lalu. Pedagang menilai, atap pasar sementara yang terbuat dari terpal plastik, terlalu tipis dan rapuh. Sehingga saat diguyur hujan, kebocoran tidak terelakkan.

Salah satu pedagang di pasar sementara yang merasakan dampak kebocoran, adalah Iroh, 55. Pedagang roti itu mengaku semalaman memikirkan barang dagangannya, saat hujan mengguyur. Apa yang dipikirkan Iroh, ternyata kejadian. Pada Senin pagi, barang dagangannya banyak yang basah, karena terkena air hujan yang bocor. “Saya berjualan roti, untungnya tidak seberapa. Untuk membeli seng, nanti tidak menutup modal,” ujarnya.

Selain Iroh, pedagang lain yang merasakan dampak kebocoran yakni Barso, 49. “Ini bocor parah. Banyak air yang masuk. Saya khawatir barang dagangan rusak,” kata pedagang sembako tersebut. Baik Iroh maupun Barso berharap, persoalan ini segera ditangani.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kejambon Siti Sobiroh meminta agar Pemerintah Kota Tegal melalui dinas terkait bisa segera mengatasi persoalan yang dikeluhkan pedagang. Yakni, dengan memperkuat terpal plastik, misalnya dengan seng, sebagaimana keinginan pedagang. Sehingga, pedagang tidak khawatir manakala hujan mengguyur. “Di sini kebanyakan ibu-ibu semua. Pedagang khawatir apabila hujan turun dua sampai tiga hari,” ungkapnya.

Siti menambahkan, selain persoalan sarana pasar, pedagang banyak yang mempertanyakan terkait perkembangan pembangunan Pasar Kejambon. Sebab sejak dibongkar, sampai saat ini belum dilakukan pembangunan fisik. “Kalau sampai saat ini belum juga dibangun, mengapa dulu kami cepat-cepat dipindah?” ujar pedagang daging tersebut.

Siti dan seluruh pedagang berharap, pembangunan Pasar Kejambon bisa segera diselesaikan. Pasalnya, semenjak berjualan di pasar sementara, pembeli berkurang dan pendapatan pedagang rata-rata menurun.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Agus Teguh Raharjo melalui Kepala Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Pasar Adayat menyampaikan, terkait kebocoran tersebut, akan segera ditangani. Sebelumnya, sejumlah terpal plastik juga terlepas, namun sudah dipasang kembali. Soal pembangunan fisik Pasar Kejambon, saat ini memasuki tahap lelang. “Akhir Juni sudah ada pemenang, dan Juli sudah bisa dimulai pembanguan fisiknya,” ujarnya. (nam/ela/jpg/ida)