Mantan Karyawan Larikan Putri Majikan

615
MELAPOR: Sudarti saat melapor di SPKT Polrestabes Semarang, Senin (29/5) kemarin. (kanan) AF Ababil dan CAP yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. (FOTO-FOTO: M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELAPOR: Sudarti saat melapor di SPKT Polrestabes Semarang, Senin (29/5) kemarin. (kanan) AF Ababil dan CAP yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. (FOTO-FOTO: M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Pagar makan tanaman. Pepatah itu tepat untuk menggambarkan ulah AF Ababil, 17, warga Karanganyar Legok Kecamatan Candisari. Ia nekat melarikan putri mantan majikannya berinisial CAP, warga Jalan Cinde Raya, Kelurahan Jomblang, Candisari. Hal itu dilakukan lantaran Ababil diam-diam jatuh cinta dengan CAP yang masih duduk di bangku SMP. Tak terima dengan ulah Ababil, orang tua CAP bernama Sudarti, 35, melaporkan ke Polrestabes Semarang, Senin (29/5) kemarin.

Menurut keterangan Sudarti di hadapan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, putrinya tersebut sudah tidak pulang hampir satu minggu.

”Saya bingung, putri saya masih sekolah kelas 2 SMP. Sampai sekarang tidak pulang, dan tidak ikut tes,” ujar pengusaha warung makan tersebut saat memberikan keterangan di SPKT Polrestabes Semarang.

Sudarti menjelaskan, putrinya itu diduga dilarikan Ababil, yang pernah bekerja di warung makan miliknya. Rupanya, selama bekerja di tempatnya, Ababil memiliki hubungan khusus dengan putri keduanya itu. ”Dia (terlapor) pernah ikut saya jualan di warung makan. Tetapi, sejak tiga bulan lalu keluar, dan pindah kerja di tempat lain,” jelasnya.

Sebelum dibawa kabur, Sudarti mengaku pernah mendapat laporan dari tetangganya jika putrinya bersama terlapor pernah berdua di daerah Tandang.  ”Ada teman anak saya, ngasih tahu sempat melihat anak saya bersama dia di kawasan Tandang,” katanya.

Dia mengaku, sebelum melaporkan kejadian tersebut, pihaknya telah mencari putrinya di sejumlah tempat, termasuk mencari tahu ke teman-temanya, namun tidak membuahkan hasil. Bahkan, Sudarti yang merasa kesal sempat mendatangi rumah terlapor untuk meminta kejelasan terkait peristiwa tersebut.

”Pernah ke rumah orang tuanya dia (terlapor), tapi tidak ketemu. Malah orang tua dia, saat saya temui seolah-olah masa bodoh tidak mau tahu-menahu urusan anaknya,” keluhnya.

Sudarti berharap, dengan dilaporkannya kejadian itu anaknya bisa ditemukan dan bisa berkumpul keluarga kembali. Selain itu, terlapor juga bisa ditangkap dan diproses sesuai aturan dan hukum yang berlaku. ”Kasihan anak saya, dia masih anak-anak. Semoga bisa ditemukan dan bisa masuk sekolah lagi,” harapnya.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna, mengatakan akan menindakalnjuti laporan tersebut. Apabila terlapor terbukti, bakal dijerat pasal 332 KUHP tentang seseorang yang membawa lari anak di bawah umur. ”Kalau sudah menjadi laporan, tentunya akan kita tindaklanjuti. Nanti petugas akan melakukan penyelidikan kasus ini,” katanya. (mha/aro/ce1)