Jalur Alternatif Masih Rusak

Ruas Jatibogor-Kertasari

1730
JALAN RUSAK : Ruas jalan Jatibogor-Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, rusak parah. Jalan sulit dilalui karena dipenuhi air dan lubang yang cukup besar. (YERRY NOVEL/RADAR SLAWI)
JALAN RUSAK : Ruas jalan Jatibogor-Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, rusak parah. Jalan sulit dilalui karena dipenuhi air dan lubang yang cukup besar. (YERRY NOVEL/RADAR SLAWI)

SLAWI-Beberapa jalur alternatif untuk para pemudik di Kabupaten Tegal masih banyak yang rusak. Salah satunya, di ruas Jatibogor-Kertasari Kecamatan Suradadi. Kondisinya sangat memprihatinkan. Selain rusak parah, jalan tersebut tidak difasilitasi penerangan jalan umum (PJU).

Padahal, ruas Jalan Jatibogor-Kertasari merupakan jalur alternatif saat jalur pantura wilayah Kecamatan Suradadi hingga Kecamatan Warureja mengalami kemacetan. Jalur alternatif itu dilalui dari pertigaan Larangan, Kecamatan Kramat ke arah selatan hingga pertigaan Kemantran. Dari pertigaan Kemantran berbelok ke kiri arah timur menuju arah Jatibogor.

Jika melihat kondisi jalan dari Kemantran menuju Jatibogor, memang masih bagus. Aspalnya menggunakan hotmix. Namun setelah sampai Jatibogor hingga Kertasari, sangat mengenaskan. Sebagian jalan kondisinya beton, tapi sebagiannya lagi rusak parah. Kondisi itu dikarenakan proyek peningkatan jalan dengan betonisasi ruas Jatibogor-Kertasari yang tidak rampung dikerjakan di tahun 2016.

“Kondisinya sangat parah. Jika tidak berhati-hati bisa terjatuh,” kata Sudaryo, 40, salah satu warga Desa Kertayasa Kecamatan Kramat yang kerap melintasi jalur Jatibogor-Kertasari dan Jatibogor-Lodadi, kemarin.

Menurut pria berbadan gempal ini, jalur itu sangat sulit dilalui, karena berlubang, bergelombang dan ambles. Lubang jalan bisa mencapai kedalaman 50 sentimeter dengan lebar sekitar 1-3 meter. Saat hujan turun, lubang terisi air hingga layaknya kolam ikan. “Kalau pengendara yang tidak terbiasa melewati jalur itu, bisa terjebak dalam lubang dan terjatuh,” tuturnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal asal Desa Jatibogor, Rudi Indrayani mengaku sudah berulangkali menyuarakan untuk perbaikan jalan di Jatibogor-Kertasari. Desakan DPRD telah direalisasikan di tahun 2016, tapi sayangnya proyek itu gagal dikerjakan 100 persen. Kondisi itu memperparah jalan yang hanya dibeton separuh jalan. Pihaknya kembali mengusulkan untuk lanjutan proyek itu di tahun ini. Akan tetapi, karena keterbatasan anggaran, sehingga hanya mendapatkan plafon untuk pemeliharaan sebesar Rp 150 juta. “Kami akan dorong untuk tahun 2018, bisa dilanjutkan,” pungkasnya. (yer/jpg/ida)