HASIL RAZIA : Ribuan botol miras dimusnahkan Polres Wonosobo kemarin di TPA Wonorejo disaksikan tokoh masyarakat, agama dan forkominda. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
HASIL RAZIA : Ribuan botol miras dimusnahkan Polres Wonosobo kemarin di TPA Wonorejo disaksikan tokoh masyarakat, agama dan forkominda. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)

WONOSOBO – Polres Wonosobo memusnahkan lebih dari 1.120 botol dan 100 liter miras yang disita selama Operasi Cipta Kondisi jelang bulan Ramadan 1438 H. Pemusnahan dipimpin Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan di TPA Wonorejo Selomerto, akhir pekan lalu, disaksikan forkominda serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Wonosobo.

Dengan menggunakan alat berat, miras tersebut digilas dan ditimbun ke dalam lubang yang telah disiapkan. Seusai kegiatan Kapolres AKBP Muhammad Ridwan menjelaskan bahwa barang bukti tersebut disita dari beberapa warung remang-remang dan produsen miras tradisional di beberapa kecamatan di wilayah Wonosobo.

“Operasi dilaksanakan sejak tanggal 5 hingga 25 Mei 2017. Para pelakunya sudah kami ajukan ke Pengadilan Negeri Wonosobo dan sudah diberikan putusan hukum tetap,” kata AKBP Ridwan.

Dikatakan dia, miras yang disita beberapa merupakan buatan pabrik dan ada pula yang merupakan miras tradisional buatan warga sendiri. Adapula alkohol murni yang menurut pengakuan para pelaku akan dijadikan miras oplosan. Razia miras ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang bulan puasa.

“Oleh karena itu namanya Operasi Cipta Kondisi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat muslim Wonosobo dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan kusyuk,” terang kapolres.

Sementara itu Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP Agus Priyono. mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat mendukung upaya Polri menciptakan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Kami mengimbau kepada seluruh tempat hiburan utamanya karaoke, hotel maupun restoran yang ada untuk membatasi atau bahkan menutup operasionalnya selama bulan puasa,” kata AKP Agus Priyono.

Selain itu, kata Agus, bagi masyarakat maupun kelompok masyarakat, diimbau untuk tidak melakukan sweeping tempat hiburan maupun lokasi penjualan miras. Apabila memang mendapati ada kasus miras, bisa melaporkan kepada kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sekalipun membuat, menyimpan, menperjualbelikan atau menyalakan petasan maupun bahan peledak lainnya. Informasikan juga kepada kami jika mengetahui hal mencurigakan di sekitar tempat tinggal,” tutup AKP Agus. (ali/lis)