ATASI BENCANA ROB : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, meninjanu proyek pembangunan bendungan tanggul melintang di Desa Mulyorejo yang akan selesai sebelum Lebaran. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ATASI BENCANA ROB : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, meninjanu proyek pembangunan bendungan tanggul melintang di Desa Mulyorejo yang akan selesai sebelum Lebaran. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Proyek pembangunan penanganan bencana rob di Kabupaten Pekalongan, senilai Rp 370 miliar bantuan APBN tahun 2017, minggu depan, memasuki tahap pelelangan. Rencananya proyek pembangunan bendungan sepanjang 6,7 kilometer, akan dibangun mulai Juli 2017 dan berakhir tahun 2018.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika meninjau bendungan gotong rotong yang sedang di bangun di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, sepanjang 820 meter, dengan anggaran Rp 2,4 miliar, Minggu (28/5) kemarin.

Menurutnya, pembangunan bendungan tersebut untuk menanggulangi bencana banjir rob pada tiga desa, yakni Desa Mulyorejo, Desa Karangjompo dan Desa Tegaldowo. Sehingga pada Lebaran tahun ini, masyarakat tiga desa tersebut tidak lagi mengalami musibah kebanjiran.

“Dengan adanya bendungan tanggul yang melintang ini, permasalahan bencana banjir rob di tiga desa yakni Desa Mulyorejo, Desa Karangjompo dan Desa Tegaldowo terselesaikan secepatnya,” ungkap Bupati Asip.

Namun, untuk menyelesaikan bencana rob pada 10 desa lainnya, yang tersebar di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, dan sembilan desa lainnya di Kecamatan Wonokerto, Siwalan dan Wiradesa, harus menunggu proyek pembangunan penangulangan bencana rob dengan skala besar. Setelah itu, baru dibangun long storage dengan anggaran Rp 370 miliar.