Kopi Batang Berpeluang Diekspor ke Jepang

1546
DISKUSI KOPI : Wakil Bupati Batang Suyono saat memimpin diskusi kopi dengan penggiat kopi dan petani kopi di Desa Lobang Limpung Batang, Sabtu (27/5) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DISKUSI KOPI : Wakil Bupati Batang Suyono saat memimpin diskusi kopi dengan penggiat kopi dan petani kopi di Desa Lobang Limpung Batang, Sabtu (27/5) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG–Melimpahnya hasil panen kopi di Kabupaten Batang, jika diperlukan yang tepat dengan teknologi yang bagus. Bahkan, kopi Batang berpeluang untuk diekspor ke Jepang.

Hal tersebut terungkap pada acara Sarasehan Peluang dan Potensi Ekspor Kopi Batang yang diselenggarakan oleh Gerbang Tani (Gerakan Kebangkitan Petani Indonesia). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Batang Suyono, Kabag Humas Batang, Triossy Juniarto, perwakilan dari Dinas Pertanian Batang serta para petani kopi Batang dan penggiat kopi khususnya di Desa Lobang, di Agrowisata Desa Lobang Limpung Batang, Sabtu (27/5) kemarin.

Diungkapkan Tarno, selaku penyuluh pertanian, bahwa potensi kopi di Desa Lobang cukup bagus. Lahan kopinya kurang lebih mencapai 150 hektare, meski yang ditanami baru 50 hektare. Namun tanaman kopi tersebut kebanyakan di bawah tegakan tanah milik Perhutani.

Diperkirakan satu tanaman pohon kopi bisa menghasilkan kurang lebih sepuluh kilogram kopi basah. Apabila satu hektare lahan kopi itu dihitung, ada dua ribu pohon kopi. Kemudian, dikalikan saja 10 kg kali 2.000 pohon, sehingga Desa Lobang termasuk penghasil kopi terbanyak. “Ke depan, potensi kopi di Desa Lobang akan kami bina dan kembangkan lewat Dinas Pertanian Batang,” ungkapnya.