Grafis: Albar Nurhasbiansah/Jawa Pos Radar Semarang
Grafis: Albar Nurhasbiansah/Jawa Pos Radar Semarang

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng akan digelar Juni 2018 mendatang. Sejumlah kader partai politik (parpol) yang digadang-gadang bakal maju di bursa Jateng 1 rupanya masih malu-malu. Mereka seolah masih memancing opini masyarakat untuk memantapkan diri maju dalam pesta demokrasi warga Jateng tersebut.

ADA sejumlah nama tokoh yang mulai disebut-sebut bakal mencalonkan diri dalam Pilgub Jateng. Di antaranya, Ketua DPD I Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono; Bupati Kudus Mustofa, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi; mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar; Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul Wachid, serta Gubernur Jateng petahana Ganjar Pranowo. Namun dari sejumlah nama itu, belum semua berani lantang jika dirinya bakal meramaikan Pilgub Jateng mendatang

Seperti Wisnu Suhardono yang hingga kini belum berani membeberkan jika dirinya bakal nyagub (nyalon gubernur). Padahal, dia sudah didukung DPD II Partai Golkar kabupaten/kota di Jateng. Wisnu pun sudah mengklaim bakal didukung tiga parpol. Sayangnya, Wisnu masih enggan membeberkan ketiga parpol tersebut. Dia hanya memberikan gambaran bahwa parpol tersebut terdiri atas sejumlah partai yang memiliki berbagai ideologi. ”Ada ideologi agamis, dan nasionalis,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, jika ketiga parpol tersebut bergabung, maka sudah memenuhi syarat minimal 20 persen untuk mengusung calon. ”Tanyakan saja pada ketua-ketua parpol provinsi. Kalau saya yang ngomong kan nggak baik. Yang jelas, sudah ada komunikasi dengan tiga parpol. Bahkan itu di level ketua umum,” ucapnya.