TINGKATKAN PELAYANAN : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat ceramah usai Tarling hari kedua Ramadan di Rumdin Wali Kota, Jalan Rorojonggrang, Manyaran, Sabtu malam (27/5) kemarin. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINGKATKAN PELAYANAN : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat ceramah usai Tarling hari kedua Ramadan di Rumdin Wali Kota, Jalan Rorojonggrang, Manyaran, Sabtu malam (27/5) kemarin. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Meski dalam berpuasa orang tidurpun mendapatkan pahala, namun akan lebih baik jika tetap beraktivitas. Khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, tetap melakukan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi seusai salat Tarawih Keliling (Tarling) hari kedua bulan Ramadan di Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota, Jalan Rorojonggrang, Manyaran, Kota Semarang, Sabtu malam (27/5) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, hadir Dr KH Fahrurrozi MAg, sebagai imam salat, Kapolrestabes Semarang, Dandim 0733, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, segenap kepala OPD Kota Semarang, alim ulama dan masyarakat setempat.

“Puasa jangan dijadikan beban. Masyarakat akan selalu membutuhkan kinerja yang baik dari Pemkot Semarang. Justru dengan puasa kita terlatih sebagai orang yang mampu menahan hawa nafsu dan mengikuti orang-orang bijak. Orang terlatih adalah pilihan Allah SWT,” ujar Hendi –sapaan akrab- Wali Kota Hendrar Prihadi- di hadapan para jamaah Tarling yang hadir.

Dijelaskan juga, pihaknya bersama Sekda Kota Semarang merencanakan kegiatan setiap Jumat selama Ramadan akan melakukan perawatan pada 700 masjid sebelum salat Jumat. “Ini wujud pemakmuran masjid dan musala yang ada. Jadi yang salat Jumat semakin khusuk, karena masjidnya bersih dan karpetnya wangi,” tandasnya.

Sementara itu, ada 3 hal yang menjadi evaluasi pemerintah dalam setiap momen Ramadan. Di antaranya, kata Hendi, perilaku dan pola konsumsi masyarakat yang lebih tinggi di bulan Puasa. Namun hal itu tidak sebanding dengan apa yang tersedia di pasar. “Kadang-kadang, kita tergiur membeli makanan sebanyak-banyaknya. Padahal yang dimakan cuma satu dua. Selain itu, pedagang berspekulasi memproduksi dagangan lebih banyak, sehingga stok pangan menjelang Lebaran menipis dan harganya meningkat,” bebernya.

Karena itulah, dirinya berharap agar masyarakat bisa lebih efisien dan efektif. Sebab, perilaku tersebut dapat berpengaruh kepada harga daging dan ayam yang mahal, karena konsumsi berlebihan selama puasa.

Selain itu, Hendi melarang kelompok tertentu melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat Kota Semarang yang suasananya selalu kondusif dan damai. “Sudah ada yang berwenang kaitannya dengan penertiban (sweeping). Jangan coba-coba jadi pahlawan di Kota Semarang. Jika masyarakat menemukan demikian, laporkan langsung kepada Polrestabes maupun Polsek ataupun melalui Lapor Hendi, akan kami teruskan ke pihak berwenang,” tegasnya.

Hendi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan dengan Siskamling dan berkoordinasi dengan Babinkamtibmas. “Umumnya di bulan Ramadan, umat Islam ingin melakukan ibadah di masjid-masjid atau musala. Sehingga banyak rumah yang sepi. Karena itu, perlu tetap waspada,” harapnya.

Sedangkan Dr KH Fahrurrozi MAg saat memberikan tausyiah usai shalat isya dan tarawih berjamaah, menganjurkan untuk menata rohaniyah selama Ramadan. “Bulan Ramadan merupakan bulan penuh rahmat. Segala yang kita lakukan dengan niat baik akan diberkahi dan mendapat ganjaran,” kata Fahrurrozi. (tsa/ida)