Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullah Bapak Dr KH Ahmad Izzuddin M Ag yang dimuliakan Allah SWT. Saya pernah membaca sebuah hadits yang menyebutkan bahwa pahala ibadah puasa itu dirahasiakan oleh Allah SWT dan dibedakan dengan ibadah-ibadah lainnya. Mohon penjelasannya, terimakasih.

Zuma Karima di Genuk 089681086xxx

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Ibu Zuma Karima yang saya hormati dan dimuliakan Allah SWT. Ibu benar. Nabi SAW bersabda bahwa ”Semua amal (baik) putra putri Adam dilipatgandakan ganjarannya sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah menyatakan: ‘Kecuali puasa, karena itu adalah untuk-Ku dan Aku langsung yang memberinya ganjaran. Yang berpuasa meninggalkan syahwatnya dan makanannya untuk-Ku. Bagi yang berpuasa dua kegembiraan, pertama ketika dia berbuka dan kedua ketiga dia bertemu dengan-Ku.” (diriwayatkan oleh keenam ulama hadits melalui Abu Hurairah).

Puasa adalah rahasia antara manusia dengan Tuhan. Bahwa puasa untuk-Nya, antara lain bermakna bahwa puasa adalah rahasia yang sangat tersembunyi. Bisa saja Ibu melihat seseorang tidak makan dan tidak minum, lalu menilainya berpuasa. Padahal sebenarnya dia tidak berpuasa, karena dia dapat bersembunyi di satu tempat lalu makan atau minum. Sebaliknya Ibu bisa menduga seseorang tidak berpuasa, padahal sebenarnya dia berpuasa. Yang mengetahui keadaan puasa atau tidak hanya Allah SWT. Itulah sebabnya ia dinamai untuk Allah SWT dan ia adalah rahasia antara manusia dengan Allah SWT. Hakikat puasa adalah upaya menahan hawa nafsu dan ini membutuhkan perjuangan dan kesabaran.

Shiyam atau puasa dari segi bahasa berarti menahan. Kata ini sama maknanya dengan sabar yang juga berarti menahan. Allah berfirman “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar [39]: 10). Ibu baca bahwa yang bersabar dianugrahi pahala tanpa batas. Dan karena yang berpuasa itu bersabar, menahan keinginannya untuk makan, minum, dan sebagainya. Maka mereka termasuk orang-orang yang diberi pahala tanpa batas, yakni bukan hanya sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat, akan tetapi tanpa batas. Hanya Allah SWT sendiri Yang Maha Tahu berapa banyak pahala itu. Demikian atas jawaban saya ini. Semoga bermanfaat. Amin. (*/ida)