LATIHAN TERUKUR : Personal Trainer In Balance Fitness, Hotel Novotel Semarang, Argo Wibowo memandu salah seorang klien latihan angkat beban. Berolahraga saat puasa diperbolehkan dengan latihan ringan. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
LATIHAN TERUKUR : Personal Trainer In Balance Fitness, Hotel Novotel Semarang, Argo Wibowo memandu salah seorang klien latihan angkat beban. Berolahraga saat puasa diperbolehkan dengan latihan ringan. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

Menjalani puasa di bulan suci Ramadan, bukan berarti menjadi halangan untuk berolahraga, dengan tujuan agar tubuh selalu bugar dan sehat. Namun jenis olahraga yang dilakukan tidak boleh sembarangan karena hampir 13 jam tubuh tidak diisi makanan atau minuman dari luar. Olahraga ringan menjadi pilihan.

ARGO Wibowo, Personal Trainer In Balance Fitness, Hotel Novotel Semarang mengatakan olahraga sebenarnya tetap bisa dilakukan umat Islam walaupun sedang menjalani ibadah puasa. Salah satunya dengan melakukan olahraga ringan yang berfungsi menjaga kebugaran tubuh.

“Olahraga ringan selama 45 menit sampai 1 jam bisa dilakukan bagi orang yang sedang berpuasa, dengan tujuan menjaga kesehatan dan kebugaran,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Argo, jenis olahraga ringan yang bisa dilakukan seperti berlari, bermain sepeda ataupun angkat berat bisa dilakukan di tempat fitness ataupun di rumah sesuai dengan porsinya masing-masing. Khusus bagi masyarakat yang menjaga bentuk badan, latihan di gym pun bisa menjadi pilihan dengan catatan hanya melakukan angkat beban ringan.

“Jenis olahraganya patut diperhatikan, jangan terlalu berat. Kalau nge-gym, tentunya harus ada pemanasan minimal 5 menit agar otot tidak cedera, dan melakukan angkatan yang ringan,” jelasnya.

Terkait waktu yang tepat untuk melakukan olahraga selama menjalani puasa, lanjut Argo, idealnya bisa dilakukan satu jam menjelang waktu berbuka puasa. Namun jika takut tidak maksimal saat berolahraga, pemilihan waktu olahraga setelah berbuka puasa pun bisa menjadi pilihan. Terlebih setelah berbuka tubuh telah mendapatkan energi kembali dari makanan dan minuman.

“Terkait waktunya tergantung dari kebugaran setiap individu. Namun yang terpenting adalah jangan dipaksakan dan lebih mengenali tubuh sendiri dan memilih waktu yang tepat untuk melakukan olahraga,” tuturnya.

Idealnya dalam seminggu, olahraga dilakukan minimal tiga kali dengan durasi sekitar satu jam. Jenis olahraga yang dilakukan bisa diimbangi dengan program yang dilakukan. Bisa jadi program diet ataupun pembentukan badan, dengan mengkonsumsi makanan yang dibakar, direbus ataupun di oven agar terhindar dari kolesterol yang berlebih.

“Menghindari makanan yang digoreng, dan rendah kalori bagus untuk tubuh, dan mencukupi kebutuhan gizi dari sayuran, daging, protein, dan susu agar nutrisi tubuh tetap terjaga selama puasa,” tambahnya. (den/ric)