Tiket Pikatan Water Park Dikeluhkan

5054
BERJUBEL: Pengunjung Pikatan Water Park Temanggung mengikuti tradisi padusan menyambut datangnya Ramadan, Jumat (26/5). (Ahsan fauzi/radar kedu)
BERJUBEL: Pengunjung Pikatan Water Park Temanggung mengikuti tradisi padusan menyambut datangnya Ramadan, Jumat (26/5). (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG- Sehari sebelum Ramadan, ribuan warga Temanggung dan daerah sekitar, kemarin, membanjiri tempat wisata Pikatan Water Park Temanggung. Tujuan mereka, melaksanakan tradisi padusan. Hanya saja, sejumlah pengunjung mengeluhkan tingginya biaya tiket masuk, yang naik dari biasanya.

Manajer Pemasaran Pikatan Water Park Temanggung, Trisman Dodi, menjelaskan, tradisi padusan mulai ramai dilakukan dua hari sebelum puasa. Khusus untuk tahun ini, pihaknya menargetkan jumlah pengunjung 15.000 orang.

“Target itu, sama dengan kunjungan tahun lalu. Namun demikian, untuk tahun ini, jumlah pengunjung yang datang dua hari sebelum Ramadan, meningkat dibanding tahun lalu. Yakni, 3.000 wisatawan dari tahun sebelumnya hanya 1.500-an orang.”

Trisman menjelaskan, padusan merupakan tradisi mandi secara bersama-sama oleh sebagian besar kaum muslim. Padusan bagi dari simbol membersihkan diri, sebelum melaksanakan berbagai rangkaian ibadah di Bulan Suci Ramadan. Tradisi tersebut biasa dilaksanakan di tempat-tempat umum. Seperti sendang, air terjun, mata air, hingga lokasi pemandian.

Data dari pihak petugas tiket, pengunjung tidak hanya warga Temanggung. Sebagian berasal dari lua kota. Seperti Semarang, Magelang, Wonosobo, bahkan Jogja. “Kami kenakan tiket masuk sebesar Rp 20.000 per orang khusus saat padusan tahun ini. Kalau tiket normal hari biasa, hanya Rp 12.000 dan Rp 18.000 di akhir pekan.”

Seorang pengunjung Pikatan, Khodir, warga asal Magelang mengaku setiap tahun berkunjung ke Pikatan Water Park untuk padusan. Menurutnya, selain harga tiket masuk cukup murah, air di kolam renang juga cukup segar, karena bersumber langsung dari mata air alam. “Kalau tidak ke sini kaya ada yang kurang. Memang saat padusan anak-anak mintanya ke sini.”

Sementara itu, tarif tiket masuk yang dijual beda dengan hari biasa, dikeluhkan oleh beberapa pengunjung. Salah satunya, oleh Suprianto, warga Bulu, Temanggung. Ia menyesalkan tarif masuk yang biasanya Rp 12.000 per orang, naik menjadi Rp 20.000 per orang. “Ini hari biasa, belum liburan Lebaran, kenapa ditarif mahal hingga Rp 20.000.”

Ia juga menyesalkan tarif parkir yang tinggi. “Berdasarkan Perda Kabupaten Temanggung, tiket parkir sepeda motor Rp 1000. Kenapa ini diatarik sampai Rp 3000. Tadi saya, ditarik biaya parkir sepeda motor Rp 3.000,” ucapnya kesal. (san/isk)