SEPAKAT DAMAI : Perwakilan suporter PSS dan PPSM Sakti menandatangani surat kesepakatan damai di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Jumat (26/5). (Agus Hadianto/Radar Kedu)
SEPAKAT DAMAI : Perwakilan suporter PSS dan PPSM Sakti menandatangani surat kesepakatan damai di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Jumat (26/5). (Agus Hadianto/Radar Kedu)

MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang dan Pemerintah Kabupaten Sleman akhirnya menandatangani surat kesepakatan damai untuk menyelesaikan konflik kericuhan suporter PSS Sleman dan warga serta suporter PPSM Sakti Magelang. Deklarasi perdamaian ini berlangsung di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Jumat (26/5).

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, dalam sejarahnya, antara Sleman dengan Kota Magelang tidak ada gesekan. “Kami juga mengapresiasi Forkominda masing-masing daerah yang tanggap tentang permasalahan ini. Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut pertemuan di Mungkid antara Kapolres Magelang Kota dengan Kapolres Sleman,” kata Sigit.

Bupati Sleman Sri Purnomo juga menegaskan hal yang sama. “Tradisi di Sleman, di manapun PSS Sleman bertanding, maka suporter akan banyak yang menonton. Saya percaya, dengan adanya pembicaraan-pembicaraan tentang kesepakatan, akan menyelesaikan permasalahan ini. Untuk selanjutnya, tidak ada kesalahpahaman lagi,” beber Sri Purnomo.

Manajer PSS Sleman Arif Yuli Wibowo mengatakan, kejadian kericuhan kemarin sama sekali tidak diduga tapi ternyata muncul korban dan kerugian cukup besar. “Semoga dengan Kesepakatan ini terjalin hubungan yang lebih baik, terutama antara suporter PSS Sleman dan PPSM Sakti Magelang. Yang sulit adalah menularkan ke akar rumput atau masyarakat terbawah. Kami harap, kepolisian bisa lebih sigap” ungkap Arif.

Manajer PPSM Sakti Magelang Sallafudin mengingatkan, saat tahun 2015 di mana kompetisi dibekukan, pernah diadakan laga persahabatan antara PSS dengan PPSM dan tidak terjadi apapun. “Saya rasa semua sudah clear, yang perlu diwaspadai dari pihak keamanan adalah adanya pihak ketiga. Ke depan, misal suporter PSS Sleman akan lewat arah Magelang, bisa dikoordinasikan dengan suporter PPSM, supaya tidak ada kesalahpahaman,” beber Sallafudin.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo mengatakan, kepolisian sudah berkomunikasi dengan masing-masing daerah. “Nantinya misal ada konflik di luar kesepakatan damai ini, kami akan melakukan tindakan tegas yaitu melalui upaya penegakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Hari.

Dalam kesepakatan damai tersebut, perwakilan kedua suporter juga ikut menandatangani. Perwakilan suporter PSS Sleman diwakili oleh Zulfikar dan suporter PPSM diwakili Wulan Wibowo. Keduanya sepakat bahwa akan memberikan pemahaman atau pengertian kepada kelompok atau komunitasnya secara langsung atau melalui media sosial, dan sama-sama menghormati dan menjunjung tinggi hasil kesepakatan damai ini. (cr3/ton)