ANTISIPASI UPAL: Petugas Polsekta Semarang Selatan saat sosialisasi uang palsu kepada pedagang oprokan di Pasar Mrican, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTISIPASI UPAL: Petugas Polsekta Semarang Selatan saat sosialisasi uang palsu kepada pedagang oprokan di Pasar Mrican, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Antisipasi maraknya peredaran uang palsu (upal) selama Ramadan, aparat Polsekta Semarang Selatan blusukan di Pasar Mrican, Jumat (26/5) kemarin. Mereka mendatangi para pedagang untuk menyosialisasikan penyebaran upal tersebut. Sosialisasi dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsekta Semarang Selatan Iptu Siti Nurhaniah.

Menurut Iptu Siti Nurhaniah, kegiatan tersebut dengan sasaran para pemilik lapak di depan pasar hingga pedagang oprokan di bagian paling belakang pasar. ”Penyuluhan ini penting agar masyarakat yang berbelanja di pasar bisa mendeteksi keaslian uangnya,” ungkap Iptu Siti di sela sosialisasi peredaran upal, Jumat (26/5).

Para pedagang diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi peredaran upal yang biasanya marak terjadi selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Sebab, modus operandi oknum pengedar upal kerap menyasar para pedagang pasar tradisional.

Salah satu pedagang, Sri Wahyuningsih, mengaku, dirinya pernah mendapatkan uang palsu. Namun ia bingung jika harus melaporkan kepada pihak berwajib.

”Di sini kadang ada yang dapat uang palsu. Biasanya pedagang yang ada di seberang jembatan. Mereka bingung mau ngelaporin, nantinya ditindaklanjuti apa tidak,” katanya.

Lurah Pasar Mrican, Wagiyono, meminta kepada aparat kepolisian supaya menggencarkan penyuluhan upal di pasar tradisional. Sebab, ia menganggap peredaran upal kini marak ditemukan oleh sebagian pedagang yang berjualan pada pagi hari.

”Belum ada laporan terkait adanya upal. Tapi, seandainya ada temuan, saya minta kepada polisi secepatnya menangkap pengedarnya. Kasihan pedagangnya, mereka bisa rugi besar,” ujarnya. (tsa/aro/ce1)