Hanya Ada Jelang Ramadan, Warga Berebut Telur Mimi

1456
RELA BERDESAK-DESAKAN : Warga Kaliwungu lebih memilih mencari telur ikan pari yang direbus atau biasa disebut telur mimi dalam tradisi Megengan. Karena adanya hanya setahun sekali menjelang bulan Ramadan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RELA BERDESAK-DESAKAN : Warga Kaliwungu lebih memilih mencari telur ikan pari yang direbus atau biasa disebut telur mimi dalam tradisi Megengan. Karena adanya hanya setahun sekali menjelang bulan Ramadan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Warga Kaliwungu memiliki tradisi unik menyambut bulan suci Ramadan. Yakni Tradisi Megengan atau Pasar Rakyat yang menjual berbagai aneka makanan yang dipusatkan di halaman Masjid Agung Kaliwungu, Jumat (26/5) kemarin.

Tradisi pasar rakyat ini sekaligus sebagai penanda akan datangnya bulan puasa bagi warga Kaliwungu. Yakni pemberian kabar bagi umat muslim di Kaliwungu untuk melaksanakan puasa esok hari.

Sedangkan jajajan khas tradisional dipasarkan, namun yang paling banyak dicari adalah telur mimi alias telur ikan pari yang direbus. Telur ini, menurut cerita hanya ada saat digelar tradisi Megengan. Sebab ikan pari bertelurnya hanya menjelang bulan Ramadan.

Untuk mendapatkan sebungkus telur mimi, warga harus berdesak-desakan. Selain telur mimi, jajanan yang menjadi incaran warga adalah ketupat sumpil. Yakni ketupat berukuran kecil berbentuk segitiga yang dimakan menggunakan sambel kelapa.

Salah seorang pedagang, Aris Setiawan, warga Mororejo mengaku rela berdesak-desakan dengan warga untuk mendapatkan telur mimi. Hal itu lantaran cara memasaknya juga rumit. Jika tidak hati-hati dan tak tahu caranya memasak, telur justru menjadi beracun.

Selain tradisi pasar rakyat, kata Aris, warga juga mencari berkah puasa. Yakni warga yang memakan telur mimi dan sumpil diberikan kekuatan agar dapat menjalani puasa dengan lancar hingga puasa hari terakhir. “Telur mimi dipercaya memperkuat imun atau kekebalan dan stamina tubuh,” jelasnya.

Bambang yang menjadi salah satu pengunjung pasar rakyat lainnya mengatakan jika dirinya rela berdesak-desakan untuk mendapatkan telur mimi lantaran jajanan ini hanya ada setahun sekali. “Ikan pari ini, katanya hanya bertelur menjelang puasa saja. Jadi meski harus berdesak-desakkan tidak masalah,” kata Bambang.

Untuk satu plastik kecil telur mimi dijual Rp 5 ribu. Namun tidak jarang, pembeli yang ingin membeli secara utuh satu ekor mimi seharga Rp 50 ribu.  “Menyantap telur mimi seakan menjadi menu wajib sebelum memasuki bulan puasa,” akunya.

Jamiah salah seorang penjual telur mimi mengatakan bahwa telur mimi hanya  ada setahun sekali menjelang puasa Ramadan. Khasiatnya diakui sangat banyak, selain bisa menambah stamina bagi kaum laki laki juga bisa menyuburkan  rahim dalam kandungan bagi seorang wanita yang sedang hamil.

Telur mimi dijual dengan harga Rp 5 ribu per bungkus plastik kecil. Tapi, jika pembeli membeli satu ekor ikan pari harganya Rp 35 ribu. “Orang Kaliwungu kalau belum makan telur mimi belum afdol puasanya. Sebab telur mimi hanya ada tiap menjelang puasa,” kata Jamiah. (bud/ida)