DAMAI ITU INDAH: Pertemuan antara kelompok suporter PPSM Sakti dan PSS untuk membahas poin-poin kesepakatan perdamaian. (IST)
DAMAI ITU INDAH: Pertemuan antara kelompok suporter PPSM Sakti dan PSS untuk membahas poin-poin kesepakatan perdamaian. (IST)

MUNGKID– Bentrok antara suporter PSS Sleman dan PPSM Magelang beberapa waktu tidak boleh terus berlarut. Kepolisian akhirnya melakukan mediasi dan mendamaikan kedua kelompok suporter tersebut, Kamis (25/5).

Mediasi difasilitasi oleh Polres Magelang Kota dan Polres Sleman. Pertemuan digelar di sebuah rumah makan di Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Hadir pimpinan kedua kelompok suporter.

“Mediasi ini merespon apa yang terjadi beberapa waktu lalu. Di mana kita ingin konflik ini segera diakhiri dengan perdamaian. Kita berharap seluruh pimpinan suporter memberikan hasil mediasi ini kepada seluruh suporter baik PPSM maupun PSS,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan. Antara lain Wali Kota Magelang dan Bupati Sleman serta pihak manajemen bertanggung jawab atas korban dari konflik, baik korban luka ataupun kendaraan yang rusak dari kedua belah pihak. Kemudian, kedua belah pihak tidak saling mengedepankan ego dan perlu diingatkan bahwa kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir.

Selanjutnya, kedua kelompok suporter tersebut berjanji agar tidak terjadi sengketa dengan timbulnya perselisihan ini. “Maka dari itu kami dari pihak kepolisian menjadikan cara damai ini secara kekeluargaan, mengingat bahwa banyaknya kerusakan kendaraan maupun kerugian material maka akan di-sengkuyung bareng dan diminimalkan kerugian yang dikalkulasi oleh kedua belah pihak,” katanya.

Dari pertemuan ini, kedua belah pihak membawa draft surat kesepakatan damai yang akan dipelajari lebih lanjut. Draft tersebut nantinya akan dibawa di pertemuan final yang direncanakan akan berlangsung Jumat (26/5) sekitar pukul 13.30 WIB di Pendopo Kabupaten Magelang untuk ditanda tangani secara bersama.

Kapolres Sleman AKBP Burkhan Rudi Satria menjelaskan, harus ada kesepakatan damai dari kedua belah pihak yaitu antara PPSM Sakti Magelang dengan PSS Sleman untuk selalu menjaga sportivitas antarsuporter.

”Dalam mediasi tidak perlu untuk mencari yang salah dalam kedua belah pihak, diharapkan dengan adanya mediasi ini bisa menjadi hati yang keduanya sama-sama legowo dan tidak usah saling menyalahkan sehingga kami kedua belah pihak ingin meberikan kesepakatan damai atau perdamaian karena sifat yang saling membutuhkan,” katanya. (vie/ton)