Obsesi Jadi Psikolog

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

MENJALANI profesi sebagai guru bimbingan belajar (bimbel) di SD Semesta menjadi langkah awal Puspita Sari untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang psikolog. Mahasiswi semester VII jurusan psikologi Universitas Semarang (USM) ini mengaku menyukai anak-anak dan dunianya. Sehingga ia sangat nyaman menjalankan profesinya sebagai pengajar saat ini, meskipun ia tidak memiliki cita-cita menjadi guru.

”Saya sendiri suka sama anak kecil. Kadang memang sih nyebelin, tapi juga ngangenin anak kecil itu,” ujar gadis kelahiran Semarang, 22 Januari 1995 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ita -sapaan akrabnya—mengaku senang membaca karakter seseorang. Kesenangannya ini ia lakukan terhadap anak didiknya sebagai pengajar, serta kepada orang di sekelilingnya sebagai teman. ”Aku suka jadi psikolog. Aku suka baca karakter seseorang. Aku suka sama hal-hal yang berbau psikolog,” katanya.

Gadis yang hobi membaca dan memasak ini membeberkan, psikolog itu ilmu kejiwaan dan ilmu logika. Artinya, semua orang bisa mempelajari sendiri.

”Kalau kita tahu psikologi, misalnya ada orang minta bantuin,  kita jadi tahu harus bagaimana mengarahkan,” jelasnya.

Putri pasangan Muhammad-Rumiyati ini menambahkan, psikolog bukan menyelesaikan masalah, akan tetapi memberikan solusi. Misalnya, ada orang yang konsultasi, seorang psikolog tidak bisa menuntut seseorang untuk begini atau begitu.

”Tapi kita kasih pilihan. Biar dia juga bisa lepas dari masalahnya sendiri. Kita cuma jadi jembatan. Itulah kenapa saya ingin menjadi seorang psikolog. Karena dapat menjadi teman dari permasalahan seseorang,” katanya. (mg30/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -