Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Saya mau bertanya pak, saya sering gelisah jika kejadian ini menimpa saya. Saya  mengalami kasus seperti ini, suatu ketika minyak goreng dan mentega yang akan saya masak terkena kotoran cicak dan barang najis lain. Lalu apakah sebaiknya saya mengganti minyak atau mentega yang baru? Atau seperti apa? Kok saya lihat teman-teman saya mengabaikan hal ini. Mohon tanggapan dan kejelasannya pak kiai. Wassalamu’alaikum Warahmatullah.

Syarifah, 081325010xxx di Kendal

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Ibu Syarifah di Kendal yang saya hormati dan juga dimuliakan oleh Allah. Terima kasih atas pertanyaannya. Memang seringkali kita sulit menghindar dari najis yang secara tidak sengaja mengenai ihwal kita. Walaupun begitu kita harus berusaha semaksimal mungkin agar terhindar dari najis agar kita menjadi mantap dalam beribadah kepada Allah. Terlebih pertanyaan Ibu Syarifah di atas terkait dalam penyajian makanan yang menjadi bahan kekuatan kita dalam beribadah kepada Allah.

Mengenai kasus minyak goreng yang terjadi pada Ibu Syarifah, timbul pertanyaan apakah minyak goreng yang kejatuhan najis bisa disucikan?

Sebenarnya, jika najis tersebut kiranya sedikit bercampur dengan minyak dengan skala kecil, akan lebih baik apabila minyak diganti dengan minyak yang baru. Apabila najis tersebut banyak dan bercampur dengan minyak, sekiranya mengubah watak dari minyak tersebut, maka menurut pendapat yang lemah minyak tersebut bisa disucikan. Mengenai caranya adalah sebagai berikut: benda najisnya dibuang dulu, kemudian tuangkan air sebanyak-banyaknya, kemudian diaduk sampai merata keseluruhan minyak sampai minyak dan air kemudian terpisah. Namun cara ini dianggap susah sehingga banyak ditinggalkan oleh kaum muslim.

Jika dalam jumlah banyak namun tidak sampai mengubah watak dari minyak tersebut, maka menurut pendapat ulama, cukup membuang najisnya saja, dan menyingkirkan area minyak yang dianggap najis. Serta menganggap suci pada minyak yang tidak terkena najis.

Untuk permasalahan mentega yang terkena najis, maka mentega tersebut dapat disucikan. Sedangkan cara menyucikannya berbeda dengan minyak. Cukup dengan membuang benda najisnya serta bagian mentega yang terkena najis. Kemudian sisa mentega yang masih ada bisa digunakan lagi untuk kebutuhan lainnya.

Demikian jawaban dan penjelasan dari saya, jika ada kekurangan maka hal itu hanyalah keterbatasan pengetahuan saya, jika ada lebihya, maka semata-mata milik Allah. Wallahu a’lam bisshowab. Semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*/ric/ce1)