Lulusan Mampu Bersaing di Luar Negeri

975
WISUDA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara simbolis mewisuda wisudawan Stimart AMNI Semarang, kemarin. (Jon Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
WISUDA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara simbolis mewisuda wisudawan Stimart AMNI Semarang, kemarin. (Jon Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sebagai negara maritim tentunya peluang lulusan di Indonesia untuk bekerja di bidang maritim sangat besar. Apalagi saat ini Presiden RI Joko Widodo tengah mengedepankan pembangunan dan pengembangan bidang maritim.

Untuk itu, Sekolah Tinggi Maritim dan Transportasi (Stimart) AMNI diharapkan mampu mencetak lulusan yang handal dan mampu bekerja di dalam maupun luar negeri. Bahkan mampu bersaing dengan pelaut dan tenaga bidang maritim dari negara lain.

”Kunci untuk menjadi tenaga di bidang maritim yang sukses ada tiga, di antaranya punya pendidikan intelektual yang baik, jati diri, dan akhlak yang bagus,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menjadi pemimpin upacara dalam wisuda ke-55 Stimart AMNI Semarang, kemarin. Dalam kegiatan tersebut terdapat 293 wisudawan diwisuda. Mereka untuk program S1 sebanyak 19 wisudawan dan program D3 274 wisudawan.

Ketua Stimart AMNI Ir Siswadi MT mengatakan, pihaknya menempa mahasiswanya untuk mampu menguasai bidang skill dan soft skill. Hal ini penting untuk menghadapi arus globalisasi dan persaingan memperebutkan pangsa kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Selain ijazah, wisudawan juga memiliki sertifikat keahlian saat lulus. Sertifikat keahlian di bidang yang berhubungan dengan keahlian kemaritiman ini diakui dan berstandar internasional.

Sementara itu, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI Jateng, Prof Dr DYP Sugiharto mengatakan, lulusan sekolah tinggi kemaritiman punya pangsa kerja yang luas. ”Sekarang yang harus disiapkan pengelola adalah bagaimana membekali lulusannya agar mampu bersaing di kancah internasional, yakni dengan sertifikasi dan kompetensi yang baik,” jelasnya.

Kondisi ini juga dibuktikan, jika sekolah kemaritiman diminati oleh lulusan SMA dan SMK. ”Bahkan sampai menolak calon mahasiswa baru. Di Jateng hanya ada lima perguruan tinggi yang mengelola program kemaritiman,” jelasnya. (hid/sct/ric/ce1)