DIALOG : Rombongan Komisi II DPR RI berdialog dengan Wabup Joko Sutanto dalam kunker di Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIALOG : Rombongan Komisi II DPR RI berdialog dengan Wabup Joko Sutanto dalam kunker di Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Kucuran dana desa (DD) ke pedesaan yang terus bergulir tiap tahun diharapkan dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah desa selaku pengguna anggaran. Karena itu, jangan sampai duit untuk membangun desa yang disalurkan dari pemerintah pusat tersebut tidak tepat sasaran.

Hal demikian mengemuka dalam kunjungan Komisi II DPR RI ke Pemkab Demak, kemarin. Kunker yang dipimpin Azikin Sulthon tersebut diterima langsung Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono MMR. Sulthon mengemukakan bahwa adanya DD bermula dari dasar pemikiran terkait pembangunan desa yang harus diawali dari daerah pinggiran atau desa. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pemerintah pusat melalui DD bernilai triliunan rupiah dikucurkan ke desa-desa di wilayah Indonesia. Setidaknya ada 743 desa.

Semula, kata dia, tahap awal rata-rata desa menerima kucuran DD sebesar Rp 400 juta. Kemudian, berikutnya desa menerima DD sebesar Rp 1,2 miliar. “Selama ini, pemerintah desa pegang uang recehan. Sekarang tidak lagi. Dengan adanya DD, desa mengelola duit hingga miliaran rupiah. Kalau uang ini tidak dikelola dengan baik, bisa habis untuk sesuatu yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, butuh pendampingan,” katanya.

Dia berharap, jangan sampai para kepala desa masuk bui gara gara tidak dapat mengelola duit DD dengan baik. “Jangan sembarangan ambil kebijakan,” ingatnya.

Sulthon menambahkan, keberadaan DD sebetulnya untuk memandirikan desa. Dengan adanya DD itu, maka desa dapat berkembang pesat sehingga tidak kesulitan dalam penganggaran keuangan. “Kalau desa sudah punya kas, diharapkan desa tidak lagi mengandalkan bantuan dari pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Wabup Joko Sutanto menyampaikan bahwa DD sangat membantu percepatan pembangunan di desa. Di wilayah Demak sendiri, infrastruktur sudah sangat memadai dengan dibangunnya jalan beton. “Karena itu, dana DD dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur yang belum terbangun agar desa lebih maju,” katanya. (hib/ida)