Empat Kios PKL Ludes Terbakar

881
SEDIH: Salah satu pemilik kios kelontong, Parmi, menangis melihat kiosnya ludes terbakar, kemarin. (HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
SEDIH: Salah satu pemilik kios kelontong, Parmi, menangis melihat kiosnya ludes terbakar, kemarin. (HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

SEMARANG – Empat kios pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Citarum, tepatnya di depan RS Pantiwilasa Citarum ludes terbakar, Kamis (25/5) sekitar pukul 16.45 kemarin. Penyebab kebakaran diduga dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kebakaran menimpa PKL Bakmi Jowo milik Warni, warga Citarum, Bugangan; kios kelontong milik Parmi, warga Pesanggrahan Mlatibaru, warung nasi kucing milik Sapuan, warga Kaligawe, dan warung makan milik Suniah, warga Gayamsari.

Baca Juga : 450 PKL Barito Tolak Relokasi

Saksi mata Dwi Cahyo, warga Tlogosari mengaku mengetahui kebakaran itu saat dirinya melintas di Jalan Citarum mengendarai sepeda motor usai melihat dugderan di Pasar Johar. Sampai di lokasi, ia melihat ada percikan api di kios kelontong milik Parmi. ”Saat saya lewat  tanpa sengaja melihat ada percikan api di atap kios kelontong,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (25/5).

Melihat itu, Cahyo lantas menepi dan memberitahu warga. Sontak, warga dan pemilik kios panik dan langsung berhamburan. Mereka mencoba melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya.

Menurut Cahyo, api yang tadinya menyala kecil, semakin membesar lantaran tiupan angin kencang. Akibatnya, api terus membesar dan merembet ke kios di samping kanan dan kiri.

Salah satu anak pemilik kios yang terbakar, Ragil, warga Pesanggrahan, Mlatibaru mengaku tidak tahu persis awal kebakaran tersebut. Ia mendapat kabar setelah kios ibunya ludes terbakar. ”Saya tidak tahu, hanya dikabari. Kerugiannya belum tahu, semuanya ludes terbakar,” katanya sambil mendekap ibunya yang terus menangis.

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widya S, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun demikian, salah satu saksi di lapangan mengaku mendengar suara ledakan keras di salah satu kios yang terbakar. ”Masih diselidiki, belum tahu dari kios mana. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lapangan,” ujarnya.

Anggota Bidang Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Sugiono, mengatakan, kobaran api berhasil dijinakkan setelah lima mobil  blanwir Dinas Kebakaran Kota Semarang tiba di lokasi kejadian. ”Ada empat kios yang hangus terbakar. Dua lainnya kena imbas sedikit. Kalau kerugiannya kira-kira Rp 50 juta sampai Rp 60 juta,” bebernya.

Komandan Peleton III Dinas Kebakaran Kota Semarang, Bambang, mengatakan kobaran api berhasil dipadamkan setelah pihaknya berjibaku selama kurang lebih satu jam. ”Ada lima unit mobil pemadam yang diterjunkan untuk memadamkan api. Tidak ada kendala,” katanya.

Sugiono menambahkan, Kamis (25/5) sekitar pukul 12.30 kemarin, kebakaran juga terjadi di Perumahan Graha Ametia Blok 2 No 23 Ngaliyan. ”Kebakaran terjadi di rumah milik Bu Wahid. Tapi hanya sebagian. Kebakaran akibat kompor meledak,” ujarnya. (mha/aro/ce1)