USAI PELANTIKAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat foto besama dengan pengurus Nasyiyatul Asiyah periode 2016-2020 yang baru dilantik, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
USAI PELANTIKAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat foto besama dengan pengurus Nasyiyatul Asiyah periode 2016-2020 yang baru dilantik, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Kabupaten Pekalongan sangat membutuhkan tangan-tangan terampil dan cekatan dari kader-kader Nasyiatul Aisyiyah (NA). Pasalnya, ada beberapa persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan saja. Yaitu mengenai angka kematian ibu hamil yang masih tertingggi di Jawa Tengah.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” kata Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi yang resmi membuka kegiatan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda), Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PD NA) Kabupaten Pekalongan periode 2016-2020 dan menyaksikan Pelantikan Pengurus PD NA di SMK Muhammadiyah Bligo, Kecamatan Buaran, Kamis (25/5) kemarin.

Adapun Pengurus PD NA Kabupaten Pekalongan periode 2016-2020, yang dilantik oleh Pengurus Pimpinan Wilayah Jawa Tengah, antara lain sebagai ketua umum adalah Siti Khuzaiyah dengan sekretaris umum yakni Siti Zahroul Maqnuzah, dan bendahara umum Kharisma Tiarawati.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula anggota DPR RI Komisi VI Andriyanto Johansyah; Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Mardi Raharjo; Pimpinan Wilayah NA Jateng Ani Muzalfah; Ketua PD Aisyiyah beserta organisasi-organisasi otonom di bawah Muhammadiyah, perwakilan Polres Pekalongan, dan perwakilan OPD terkait.

Menurutnya Pemkab Pekalongan sangat beruntung, karena didukung oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan (ormas) yang luar biasa. Karena itu, Pemkab melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata berusaha memetakan ormas-ormas yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk diberikan bantuan pembinaan. “Saya membaca buku sejarahnya. Bahwa Nasyiatul Aisyiyah didirikan untuk membangunkan orang-orang agar menunaikan ibadah salat subuh di Jogja. Dalam perjalanannya menjadi organisasi yang sangat membanu pemberdayaan masyarakat,” ungkap Bupati.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa pihaknya sangat setuju, dengan apa yang menjadi gagasan NA dalam konteks idealisme, memantapkan langkah dalam mewujudkan perempuan muda yang cinta tanah air, mandiri dan berkemajuan. (thd/ida)