Ada Kesalahan Teknis, Grider Diturunkan Lagi

1428
JADWAL MOLOR : Setelah susah payah dinaikkan dan menyebabkan kemacetan di Batang, grider/balok jembatan yang baru diturunkan lagi lantaran kesalahan teknis, Kamis malam (25/5) kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
JADWAL MOLOR : Setelah susah payah dinaikkan dan menyebabkan kemacetan di Batang, grider/balok jembatan yang baru diturunkan lagi lantaran kesalahan teknis, Kamis malam (25/5) kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Pemasangan 1 grider/balok jembatan dari 12 grider di sepanjang 50,8 meter di fly over Kandeman, Kabupaten Batang, gagal. Lantaran ada persoalan teknis, sehingga dilepas lagi. “Menurut PT Waskita, ada kesalahan teknis. Sehingga harus dilepas lagi,” kata Kasatlantas Polres Batang, AKP M Adiel Aristo, Kamis malam (25/5) kemarin.

Padahal pemasangan grider tersebut sudah mengalami keterlambatan dari jadwal sebelumnya. Dari yang dijadwalkan pukul 08.00 pagi, pengangkatan girder pertama menjadi pukul 12.50. Penundaan, dikarenakan tali pengait grider tidak layak pakai dan harus diganti. Diperkirakan sampai diatas, pada pukul 13.44. Total waktu kurang lebih 55 menit. Namun, hingga petang, satu grider tak kunjung terpasang.

“Tadi maghrib baru terpasang. Namun, katanya ada kesalahan teknis. Jadi kami harus berpikir ulang dalam pengaturan arus lalu lintas lagi. Bahkan, dimungkinkan pemasangan hingga besok (Jumat, 26/5),” jelas Kasatlantas.

Ditambahkan Kabag Ops Polres Batang, Kompol Hartono saat memantau di lokasi, pemasangan grider seharusnya dilakukan sejak Kamis pagi, namun baru bisa dilaksanakan siang hari.

“Menurut pihak teknisi, ada salah satu tali pengait crane yang kurang layak dan harus diganti. Penggantian tali pengait itu mengakibatkan pekerjaan menjadi mundur. Semoga besok pagi sudah selesai,” ungkapnya.

Akibat proses pemasangan satu grider dari 12 grider yang seharusnya akan selesai hari ini, jalur Pantura Batang untuk kendaraan besar ditutup total. Sedangkan untuk kendaraan kecil dan bus dari arah Barat (Jakarta) menuju ke Timur (Semarang) dialihkan dari pertigaan Samsat Batang menyusur pantai utara Sigandu hingga Ujungnegoro.

“Waktu tunggu kendaraan di Pantura untuk pemasangan grider ini, dari arah Timur mencapai 1 kilometer. Sedangkan dari arah Barat mencapai lebih dari 1 kilometer,” kata Hartono.

Sesuai skenario awal, Pantura Kandeman Batang akan diberlakukan sistem buka tutup. Usai satu grider terpasang, arus kembali dibuka dan akan ditutup kembali saat melakukan pemasangan grider kedua dan seterusnya.

Ada kejadian menarik, di salah satu jalur alternatif arah barat ke timur lewat Pantai Sigandu, pengendara diminta membayar tiket masuk jalur tersebut. Karena melewati jalan baru yang dibuat oleh PLTU Batang, yang juga melewati Objek Wisata Pantai Sigandu. Sempat viral di media sosial dan dikritik warga. Akhirnya anggota Satlantas segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar pengendara tidak dimintai karcis masuk jalan tersebut. (han/ida)