Sofiana Widi Astuti. (DOKUMEN PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sofiana Widi Astuti. (DOKUMEN PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAGI Sofiana Widi Astuti, basket bukan olahraga yang mementingkan individualisme. Basket membuka ruang untuk memiliki teman dari berbagai daerah maupun berbagai negara dan menambah wawasan lebih luas. Karena itulah, mantan pemain Allstar DBL 2015 ini, berharap bisa bermain basket ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, ingin membawa nama harum Indonesia melalui basket.

Perempuan hitam manis anak pasangan suami istri (pasutri) Endang Setyowati dan Siyap Siswanto yang lahir di Kabupaten Semarang, 19 Oktober 1998 ini pernah membawa pulang medali emas pada cabang olahraga (cabor) basket di Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jawa Barat 2016. ”Harapannya, bisa mempertahankan gelar juara di PON 2020 mendatang,” tandas lulusan SMA Theresiana 1 Semarang ini.

Menilik dari latar belakang orang tuanya, Sofi –sapaan akrab Endang Styowati- merupakan anak sang penjual durian di Ambarawa ini telah menyukai olahraga basket sejak kelas 1 SMP. Namun baru bisa merasakan sebagai olahragawati basket, saat memasuki SMA Theresiana 1 Semarang. Sedangkan sosok yang paling berarti bagi Sofi adalah Arief Djazuli, pelatih basket ketika menempuh pendidikan di SMA Theresiana 1 Semarang.

”Saya merintis basket dari nol sampai sekarang. Bagi saya, Mas Arief Djazuli merupakan sosok ayah. Di basket ini, saya tidak hanya dididik sebagai pemain, tapi sudah diposisikan seperti adik/anak atau keluarga sendiri,” ujar wanita 18 tahun ini.

Sofi yang kini melanjutkan kuliah di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), bercita-cita ingin membanggakan orang tua dengan hobinya dan prestasi. ”Saya bersyukur, melalui basket sudah bisa berkeliling kota maupun pulau. Saya juga diberikan keberuntungan untuk pergi ke luar negeri karena basket,” tandas pebasket yang mendapatkan kesempatan ke Amerika saat menjuarai DBL 2015. (mg31/ida/ce1)