33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Tertantang Tari-Tari Tradisional

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

KENANSA Anjani NS merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dari masa kuliah, ia aktif menari tari tradisional dan tampil pada banyak kesempatan. Hingga saat ini Kenansa yang sedang koas (asisten dokter) di RSUP Dr Kariadi terus menyempatkan diri untuk tampil menari.

Dari kecintaanya terhadap tari tradisional, dara kelahiran Jakarta 28 Agustus 1994 ini pernah menjadi salah satu duta budaya dari Indonesia untuk misi budaya ke Perancis dan Spanyol selama 40 hari. ”Pernah ditunjuk jadi salah satu duta budaya dari Undip tahun 2015. Selama di sana, aku ikut festival-festival budaya internasional di Kota Morcenx, St Vincent, Mimizan, Bretagne, Normandie, Le Pouliguen, La Baule, St Nazaire, Nantes, Pornichet, Pontorson, St James, Villedieules Poèles, Plozevet, Bakio, Valladolid, dan terakhir di Kedutaan Besar Indonesia di Paris,” katanya.

Gadis yang hobi traveling ini, tidak hanya tampil membawakan tari tradisional Jawa, namun juga Bali, Kalimantan, dan Sumatera. Padahal pada mulanya, Kenansa merupakan penari balet yang lambat laun tertarik dengan tari tradisional.

”Pertama kali mengenal dunia tari di Sanggar Ballet Sumber Cipta (by Farida Oetoyo) Jakarta. Lalu waktu tingkat SD pindah sanggar ke Namarina Dance Academy, karena sama-sama kurikulum silabusnya dari RAD (Royal Academy of Dance) Ballet London,” ujarnya.

Ia menari balet, hingga tingkat SMA. Kenansa kemudian mulai tertarik dengan tari tradisional setelah melanjutkan studi ke Semarang di FK Undip dengan mengikuti Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) tari di fakultasnya. ”Ketika Semester dua jadi mahasiswi kedokteran, itu awal tahun 2013. Kemudian ikut UPK Tari FK Husada Budaya. Setelah beberapa kali latihan, aku dipilih buat tampil dalam rangka Dies Natalies Undip ke-57 di acara Ketoprak Spektakuler sebagai putri keraton menarikan tari Bedhaya,” kata putri pertama dari Mujianto-Maria Hasmanizar ini.

Dalam pentas itu, lanjut Kenansa, juga diikuti oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Prof Soedharto (Rektor Undip saat itu), dan beberapa dosen FK sebagai tokoh dalam ketoprak tersebut. ”Alhamdulillah lancar dan semakin tertarik untuk belajar budaya tradisional Indonesia. Setelah itu aku menerima tawaran tampil,” ujarnya.

Selama menggeluti dunia tari, ia memiliki tantangan mulai jadwal kegiatan akademik dan nonakademik sebagai mahasiswa. ”Beragam jenis tarian Indonesia yang berbeda-beda karakter dan teknik, menjadi tantangan tersendiri. Termasuk bahasa daerah, jika harus berdialog. Tapi itu semua bisa teratasi dengan latihan terus-menerus,” pungkasnya. (mg30/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Pemprov Jateng Diminta Proaktif

DEMAK-Kelangkaan pupuk di wilayah Kabupaten Demak hingga kini masih menjadi kendala petani dalam merawat tanamannya. Bahkan, usulan Dinas Pertanian (Dispertan) setempat untuk memambah alokasi...

Gerakan Inversi Tumbuhkan Keberanian

RADARSEMARANG.COM - Beberapa tahun terakhir yoga berkembang cukup pesat di Indonesia. Tak ketinggalan juga di Semarang. Swing yoga menjadi salah satu jenis yang belakangan...

Area Parkir Luas, Dilengkapi Mal

RADARSEMARANG.COM - SELAIN unik, Bandara New Ahmad Yani Semarang juga mewah dengan fasilitas lebih lengkap dibanding bandara lama. Bandara yang dibangun terapung ini memiliki...

Pelaku Terduga Teroris Asal Semarang Bertambah

SEMARANG - Jumlah terduga teroris dari Kota Semarang yang tewas bertambah lagi. Pasca adu tembak dengan aparat Polda Jateng dan Densus 88 di Desa...

Lima Bulan, 52 Perkara dan 59 Pelaku Korupsi Disidangkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, bakal kebanjiran perkara korupsi, pasca Lebaran 2018 ini. Pasalnya, terhitung lima bulan dari Januari hingga Mei 2018, perkara dari pelimpahan...

Tuntutan Bui untuk Pengabdi

Dahlan Iskan, didakwa korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim, hari ini Kamis (13/4), membacakan pledoi atau pembelaan atas tuntutan jaksa pada...