SEPAKAT: Sejumlah pimpinan parpol di Jateng bergandengan tangan dalam Silaturahmi Pimpinan Parpol Jilid III di Gumaya Tower Hotel, Senin (22/5) malam. Mereka sepakat untuk menciptakan pilgub damai. (AJIE/MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPAKAT: Sejumlah pimpinan parpol di Jateng bergandengan tangan dalam Silaturahmi Pimpinan Parpol Jilid III di Gumaya Tower Hotel, Senin (22/5) malam. Mereka sepakat untuk menciptakan pilgub damai. (AJIE/MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto menyampaikan ide segar ketika berbicara dalam forum Silaturahmi Pimpinan Parpol Jilid III yang dihadiri pimpinan parpol dan anggota DPRD Jateng di Gumaya Tower Hotel Semarang, Senin (22/5) malam. Bambang Pacul -sapaan akrabnya- menawarkan kesepakatan untuk menyusun rencana pembangunan Jateng ke depan setelah Pilgub 2018 mendatang.

Pihaknya menawarkan diri untuk merancang draf peta pembangunan di setiap daerah di Jateng. Misalnya di daerah A, akan dibangun investasi dengan konsep tertentu sesuai potensi daerah tersebut. Draf tersebut bisa dikurangi atau ditambah saat Silaturahmi Pimpinan Parpol IV, tiga bulan ke depan. Selain masukan dari parpol, kajian dari akademis juga bisa dipertimbangkan.

Nantinya, siapa pun gubernur yang terpilih di Pilgub 2018, program pembangunannya harus berkiblat pada rencana yang telah disepakati tersebut. Bahkan wajib dimasukkan dalam RPJMD. ”Jadi arah pembangunan Jateng bisa jelas,” ucapnya.

Bambang mengatakan, dalam satu periode kepemimpinan kepala daerah biasanya ketika usai masa jabatannya, ada kecenderungan rencana kerja jangka panjang itu tidak dilanjutkan oleh kepala daerah berikutnya. ”Maka pembangunan berikutnya dieliminasi, dan ini bisa dijangkau oleh para pimpinan partai,” ujarnya.

Dia berharap, adanya kesepakatan antar pimpinan parpol tersebut bisa mengantisipsi gesekan selama pilkada. Sebab, kepentingan masing-masing parpol sudah dicurahkan dalam rencana pembangunan jangka panjang tersebut. ”Kalau toh nanti berhadapan sebaiknya diselesaikan sejak sekarang. Jadi siapa pun yang dicalonkan juga harus sepakat,” imbuhnya.

Pada pertemuan itu, Sekretaris DPD I Partai Golkar, Ferry Wawan Cahyono, berharap PDIP selaku partai terbesar bisa memunculkan calonnya lebih awal sehingga geliat politik semakin jelas, menarik, dan lebih akrab. Dibanding PDIP baru mengeluarkan namanya di akhir masa pendaftaran bakal calon. ”Kalau bisa lebih awal akan bisa dirembuk dengan baik, kami siap berembuk,” ujar Wakil Ketua DPRD Jateng ini.

Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid mengatakan, pihaknya memercayakan penyusunan draf rencana kerja sama itu pada PDIP. Siapa pun yang akan memimpin Jateng nantinya juga harus menandatangani kesepakatan bersama tersebut, dan nantinya wajib dilaksanakan. ”Kalau tidak melaksanakan ya nanti kita keroyok,” tegasnya.

Menurutnya, meski menghadapi Juni 2018 nantinya antarpartai ada pertarungan di Pilkada 2018, dirinya berharap semua pihak bisa mengambil contoh dalam gelaran olahraga tinju. ”Kami sampai gebug-gebugan tapi endingnya tetap rangkulan bersama. Tidak ada yang merasa disakiti, yang diuntungkan, intinya bisa membangun Jateng lebih baik,” katanya.

Wachid berharap, pada pertemuan berikutnya yang rencananya Partai Golkar menjadi tuan rumah, roadmap yang ditawarkan PDIP sudah jadi dan bisa dilihat semua parpol. (amh/ric/ce1)