PENUH INOVASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat paparan tentang Smart City pada acara Gerakan Menuju 100 Smart City di Hotel Four Points Makasar. (Ist)
PENUH INOVASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat paparan tentang Smart City pada acara Gerakan Menuju 100 Smart City di Hotel Four Points Makasar. (Ist)

SEMARANG – Keberhasilan Pemkot Semarang dalam mewujudkan Smart City, menjadi contoh dalam implementasi konsep smart city untuk peningkatan pelayanan bagi masyarakat. Wali Kota Hendrar Prihadi pun didapuk untuk meng-influence kota-kota lainnya di Indonesia, dalam ajang Gerakan Menuju 100 Smart City pada Smart City Summit 2017, di Makasar, Selasa (23/5) kemarin.

Wali kota memaparkan penerapan konsep smart city telah digarap sejak 2013. Keseriusan dan komitmen ini terus diwujudkan dengan pengembangan berbagai inovasi yang berfokus pada peningkatan kemudahan, ketepatan dan kepercayaan masyarakat.

Konsep smart yang diterapkan dalam berbagai sistem pelayanan online di Kota Semarang ini meliputi konsep systemic (terhubung sistem), monitorable (dapat dipantau), accessible (mudah diakses), reliable (dapat dipercaya), serta time bound (batasan waktu). Konsep smart ini fokus pada upaya memberikan kemudahan, ketepatan dan kepercayaan bagi warga masyarakat termasuk para pelaku usaha.

Dalam bidang perizinan dan investasi, Kota Semarang meluncurkan sistem KRK dan IPTB online di mana masyarakat dapat dengan mudah melakukan pengurusan izin Keterangan Rencana Kota (KRK) dan Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB). Selain kemudahan akses melalui smart phone/ gadget, aplikasi ini juga menawarkan kemudahan dalam memonitor setiap tahapan perizinan serta kepastian waktu.

”Adanya sistem KRK dan IPTB online ini memudahkan para pemohon untuk mengakses dan memonitor secara langsung sampai tahapan mana izin yang diajukannya. Kemudahan pengecekan dan kepastian waktu inilah yang dibutuhkan para pemohon,” ungkap wali kota.

Jika dirasa belum puas, masyarakat dapat mengajukan aduan langsung melalui aplikasi @laporhendi yang diproses maksimal 10 hari. Semua ini, menurut wali kota, merupakan wujud komitmen Pemkot Semarang dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

Menteri Kominfo Rudiantara dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan smart city di Indonesia dilakukan secara bertahap. Menurutnya, konsep smart city, tidak berbicara mengenai kuantitas aplikasi melainkan pada nilai tambah atau kemanfaatan baik dari sisi internal dan layanan masyarakat. Harapannya, konsep smart city akan terus berkembang hingga nantinya terwujud smart nation. (zal/ce1)