Pemerintah Perlu Beri Kemudahan Pelaku UMKM

479
KEMBANGKAN UMKM: Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Fathan Subchi bersama Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR, Kepala Dinas Perdagangan Siti Zuarin, Dian Nugroho dari BI dan narasumber lainnya saat mengisi seminar UMKM, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
KEMBANGKAN UMKM: Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Fathan Subchi bersama Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR, Kepala Dinas Perdagangan Siti Zuarin, Dian Nugroho dari BI dan narasumber lainnya saat mengisi seminar UMKM, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Pemerintah diminta lebih peduli dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk di Demak ini. Bantuan dapat berupa pengenalan inovasi teknologi dan pemasaran untuk produk UMKM tersebut.

Demikian disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fathan Subchi disela seminar UMKM yang mengusung tema Peran Bank Indonesia (BI) dalam pengembangan UMKM di Indonesia yang berlangsung di RM Kalijaga, jalan Lingkar Selatan Kota Demak, kemarin.

Menurut Fathan, pemerintah juga perlu mendorong penyederhanaan kemudahan para pelaku UMKM dalam mengakses permodalan ke perbankan. “Juga butuh dibantu jaringan pemasaran produk yang dihasilkan,”katanya.

Seminar UMKM ini sendiri dihadiri sekitar 200 pelaku UMKM di wilayah Demak. Adapun, narasumber lain yang hadir adalah Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI, Dian Nugroho, Sekda Pemkab Demak Singgih Setyon, Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM Demak, Siti Zuarin, anggota DPRD Demak yang juga peduli UMKM, Budi Ahmadi serta Kiswanto, pengusaha di Demak.
Ketua panitia seminar, Zayinul Fata menambahkan, seminar UMKM bersama BI tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan dan bekal bagi pelaku UMKM di Demak agar usaha mereka dapat mempunyai berbagai macam terobosan, termasuk dalam penjualan atau pemasaran. “Ini penting supaya produk UMKM di Demak ini dapat diakses dunia luar,”katanya.

Sementara itu, Sekda Pemkab Demak Singgih Setyono mengungkapkan, pelaku UMKM sejauh ini memang masih kesulitan mengakses modal untuk mengembangkan usaha mereka. Karena itu, Pemkab Demak mendorong supaya modal ini bisa mudah diperoleh, termasuk lewat BPR BKK.

Selain itu, kualitas produk hasil UMKM juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus terus ditingkatkan, termasuk pendampingan dalam pelatihan.

“Sebetulnya, produk UMKM di Demak ini sudah bisa bersaing dengan produk UMKM daerah lainnya. Hanya saja, label produk ini yang perlu diperbaiki agar memudahkan dalam pemasaran,”katanya.

Kepala Dinas Perdagangan, Siti Zuarin mengatakan, pada 2016, tercatat jumlah UMKM binaan ada 672 unit. Sedangkan tenaga kerja yang diserap mencapai 2.774 orang. Jika diuangkan, UMKM yang berkembang di Demak ini aset nilainya mencapai Rp 10, 2 miliar dengan omzet sebesar Rp 11,5 miliar.

“Untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM ini, Pemkab maupun kementerian memfasilitasi bantuan modal hibah, termasuk berupa peralatan. Bahkan, ada kredit UMKM lewat BPR BKK dengan bunga 7,5 persen. Berbagai pameran dan pelatihan manajemen juga kita lakukan, ” ujarnya. (hib/sct/zal)