REKONSTRUKSI : Tersangka Iwan Setyawan saat melakukan rekonstruksi pembunuhan kekasihnya yang dilakukan di Hotel Podomoro, Siwalan, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
REKONSTRUKSI : Tersangka Iwan Setyawan saat melakukan rekonstruksi pembunuhan kekasihnya yang dilakukan di Hotel Podomoro, Siwalan, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Seperti diberitakan sebelumnya, telah ditemukan mayat perempuan yang diduga korban pembunuhan, di dalam Hotel Rejo Podomoro di Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/5) malam. Dugaan kuat mayat tersebut korban pembunuhan pria yang menemaninya masuk ke dalam hotel

Kasus pembunuhan yang dilakukan Iwan Setyawan, 21, warga Desa/Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, terhadap Mutoharoh, 22, kekasihnya, akhirnya terungkap dengan jelas. Setelah Iwan memperagakan 14 adegan rekonstruksi pembunuhan dengan detail dan runtut di Hotel Podomoro, Siwalan, Selasa (23/5).

Rekonstruksi tersebut langsung dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto, SH beserta Tim Penyidik dan Unit Inafis. Dari hasil rekonstruksi tersebut  tersangka memperagakan 14 adegan yang dibagi ke dalam 3 tahap yaitu pra eksekusi, eksekusi dan paska eksekusi.

Bermula saat tersangka Iwan datang ke Hotel Podomoro bersama kekasihnya Mutoharoh, berboncengan dengan menggunakan kendaraan roda dua. Iwan langsung masuk ke ruang lobi hotel untuk pesan kamar. Sedangkan Mutoharoh masih menunggu di tempat parkir yang tak jauh dari ruang lobi.

Setelah mendapatkan kunci kamar E.3, keduanya masuk kamar tepat pukul 14.30. Keduanya ngobrol santai diatas tempat tidur hingga melakukan hubungan suami istri. Namun usai melakukan hubungan suami istri, keduanya sempat bertengkar, hingga pipi kiri Iwan sempat ditampar oleh Mutoharoh.

Bahkan dalam pertengkaran tersebut, kemaluan Iwan sempat ditendang oleh Mutoharoh, karena emosi Iwan sempat mencekik leher Mutoharoh, dan membenturkan kepalanya ke tembok. Hingga akhirnya Mutoharoh terjatuh di lantai dengan mulut berlumuran darah.

Mengetahui kekasihnya tidak lagi bernafas, Iwan sempat panik dan mondar mandir di dalam kamar, kemudian masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tangan yang sempat berlumuran darah. Iwan akhirnya sempat mengambil perhiasan dan ponsel milik korban, dan keluar dari kamar.

Sebelum meninggalkan Mutoharoh yang ada di dalam kamar E.3, Iwan sempat mendatangi petugas hotel Podomoro, untuk minta KTP dengan alasan akan pergi sebentar untuk membeli sesuatu. Namun setelah KTP diserahkan, Iwan tidak kunjung datang lagi ke Hotel Podomoro.

“Saya sakit hati dengan cacian dan makian yang disampaikan Mutoharoh,” ungkap Iwan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto menyampaikan dilakukannya rekonstruksi oleh tersangka untuk mempermudah penyelidikan dan mengingatkan kembali apa saja yag telah dilakukan oleh tersangka, mulai dari pertama kejadian hingga akhir dari eksekusi yang dilakukannya.

Menurutya ada 14 adegan yang dilakukan oleh tersangka, dan semua dilakukan dengan tenang runtut dan urut, persis seperti apa yang disampaikan ketika proses pemeriksaan. “Tersangka akan dijerat dengan pasal 339 sub 338 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegas Kasat Reskrim. (thd/ric)