NEKAD: Dua pelaku penganiayaan Untung Sutejo, 50 dan anaknya Yuni Arifin, 19 saat diintrogasi oleh Kapolsek Weleri AKP Ujang Syamsudin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NEKAD: Dua pelaku penganiayaan Untung Sutejo, 50 dan anaknya Yuni Arifin, 19 saat diintrogasi oleh Kapolsek Weleri AKP Ujang Syamsudin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Bapak dan anak kompak melakukan aksi penganiayaan terhadap satu keluarga, menggunakan senjata tajam. Tindakan tersebut dipicu sakit hati karena ditegur.

Akibatnya, tiga orang mengalami luka bacok, satu diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka parah.

Pelaku bernama Untung Sutejo, 50 dan anaknya Yuni Arifin, 19, warga Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri. Keduanya tega membabi buta menganiaya tetangganya yakni Muhammad Ali, 54 dan dua anaknya yakni Tutik Handayani dan anak menantunya Subiyo.

Kronologi kejadian bermula ketika pelaku Yuni Arifin tengah mengendarai sepeda motor. Saat di depan rumah Ali, gas motor diblayer-blayer sehingga suaranya mengganggu. Karena dianggap kurang sopan, kemudian oleh saksi Subur tetangganya bersama saksi Romadhon anak dari Ali lainnya, menegur.

Ketiganya terjadi adu mulut. Arifin merasa tidak terima lalu pulang dan mengadukan perlakuan Romadhon kepada ayahnya, Sutejo. Mendengar pengaduan anaknya, Sutejo langsung mengambil golok di dapur rumahnya. Sedangkan Arifin mengambil sabit. Keduanya mendatangi dan melabrak Romadhon ke rumahnya.

“Tanpa berkata-kata, begitu ketemu Romadhon, Sutejo langsung mengayunkan golok ke arahnya. Tapi ditangkis oleh korban Tutik Handayani yang merupakan kakak kandung Romadhon,” kata Kapolres Kendal AKBP Firman Darmansyah melalui Kapolsek Weleri, AKP Ujang Syamsudin, kemarin (23/5).

Melihat kejadian tersebut, Ali sang ayah langung lari berusaha mendekap pelaku agar tidak membabi buta. Tapi justru terkena bacokan dikakinya karena sabetan. “Tutik mengalami luka parah, sehingga harus menjalani rawat inap di rumah sakit, sedangkan Ali menjalani rawat jalan,” tandasnya.

Sementara Arifin melihat ayahnya dihalangi langsung mengayunkan sabit yang dibawanya ke arah Tutik. Namun ditangkis oleh suaminya, Subiyo. Akibatnya mengenai perut, tangan dan kakinya. Meski begitu korban Subiyo tetap melawan dan menjatuhkan pelaku Arifin. “Setelah itu korban Arifin kabur,” jelasnya.

Melihat bapak mertua dan istirnya dianiaya oleh Ali, korban Subiyo secara sepontan langsung memukulkan palu yang dibawanya ke arah pelaku Sutejo. Akhirnya korban Sutejo jatuh tersungkur.

Warga yang mengetahui kejadian ini kemudian melerai dan membawa korban dan pelaku yang terluka untuk mendapatkan perawatan. Setelah itu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Weleri. “Kami langsung lakukan penangkapan kepada kedua pelaku,” tambahnya. Kedua pelaku saat ini ditahan di Mapolsek Weleri.

Sementara kedua pelaku mengaku khilaf saat melakukan penganiayaan tersebut. “Saya menyesal, saat itu saya merasa kalap, jadi dendam dan marah terhadap semua keluarga korban,” kata pelaku Sutejo. (bud/zal)