33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Bapak dan Anak Aniaya Satu Keluarga

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

KENDAL—Bapak dan anak kompak melakukan aksi penganiayaan terhadap satu keluarga, menggunakan senjata tajam. Tindakan tersebut dipicu sakit hati karena ditegur.

Akibatnya, tiga orang mengalami luka bacok, satu diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka parah.

Pelaku bernama Untung Sutejo, 50 dan anaknya Yuni Arifin, 19, warga Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri. Keduanya tega membabi buta menganiaya tetangganya yakni Muhammad Ali, 54 dan dua anaknya yakni Tutik Handayani dan anak menantunya Subiyo.

Kronologi kejadian bermula ketika pelaku Yuni Arifin tengah mengendarai sepeda motor. Saat di depan rumah Ali, gas motor diblayer-blayer sehingga suaranya mengganggu. Karena dianggap kurang sopan, kemudian oleh saksi Subur tetangganya bersama saksi Romadhon anak dari Ali lainnya, menegur.

Ketiganya terjadi adu mulut. Arifin merasa tidak terima lalu pulang dan mengadukan perlakuan Romadhon kepada ayahnya, Sutejo. Mendengar pengaduan anaknya, Sutejo langsung mengambil golok di dapur rumahnya. Sedangkan Arifin mengambil sabit. Keduanya mendatangi dan melabrak Romadhon ke rumahnya.

“Tanpa berkata-kata, begitu ketemu Romadhon, Sutejo langsung mengayunkan golok ke arahnya. Tapi ditangkis oleh korban Tutik Handayani yang merupakan kakak kandung Romadhon,” kata Kapolres Kendal AKBP Firman Darmansyah melalui Kapolsek Weleri, AKP Ujang Syamsudin, kemarin (23/5).

Melihat kejadian tersebut, Ali sang ayah langung lari berusaha mendekap pelaku agar tidak membabi buta. Tapi justru terkena bacokan dikakinya karena sabetan. “Tutik mengalami luka parah, sehingga harus menjalani rawat inap di rumah sakit, sedangkan Ali menjalani rawat jalan,” tandasnya.

Sementara Arifin melihat ayahnya dihalangi langsung mengayunkan sabit yang dibawanya ke arah Tutik. Namun ditangkis oleh suaminya, Subiyo. Akibatnya mengenai perut, tangan dan kakinya. Meski begitu korban Subiyo tetap melawan dan menjatuhkan pelaku Arifin. “Setelah itu korban Arifin kabur,” jelasnya.

Melihat bapak mertua dan istirnya dianiaya oleh Ali, korban Subiyo secara sepontan langsung memukulkan palu yang dibawanya ke arah pelaku Sutejo. Akhirnya korban Sutejo jatuh tersungkur.

Warga yang mengetahui kejadian ini kemudian melerai dan membawa korban dan pelaku yang terluka untuk mendapatkan perawatan. Setelah itu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Weleri. “Kami langsung lakukan penangkapan kepada kedua pelaku,” tambahnya. Kedua pelaku saat ini ditahan di Mapolsek Weleri.

Sementara kedua pelaku mengaku khilaf saat melakukan penganiayaan tersebut. “Saya menyesal, saat itu saya merasa kalap, jadi dendam dan marah terhadap semua keluarga korban,” kata pelaku Sutejo. (bud/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Curang saat SBM PTN, Langsung Dicoret

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Panitia Lokal (Panlok) 42 Semarang memberlakukan aturan yang ketat kepada peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM PTN) jika melakukan...

Viral Remaja Meninggal Dipukuli Polisi di Masjid, Polri: Hoax!

JawaPos.com – Kabar bohong alias hoax kembali tersiar pasca kerusuhan 22 Mei 2019 yang pecah dibeberapa titik wilayah DKI Jakarta. Terbaru viral kabar seorang...

Relawan Jokowi Bantu Korban Rob

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Kendati musibah rob sudah berangsur surut, namun tak menyurutkan sejumlah warga Pekalongan yang tergabung dalam relawan Jokowi Pekalongan untuk berbagi kepada sesama. Khususnya...

Pemkab Gencarkan Pembangunan

DEMAK - Peringatan HUT Demak ke-514 kemarin berlangsung meriah. Selain dimeriahkan tampilan drama kolosal juga tiyo kodo dari TNI Kodim 0716 Demak. Bupati Demak HM...

Disdikbud Larang SD dan SMP Bangun Kelas Baru

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Rencana pembangunan lokal kelas di SD dan SMP tahun ini sepertinya akan terdunda. Pasalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal memberlakukan larangan...

Penjualan Elektronik Premium Meningkat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Permintaan produk elektronik pada kartal II tahun 2018, khususnya produk high end, tidak terpengaruh kondisi ekonomi yang sedang menurun. Justru penjualan produk premium...