Wisnu Didukung 3 Parpol

373
PERSIAPAN PILGUB : Ketua DPD II Partai Golkar Demak Nur Wahid dan sejumlah Ketua DPD II Golkar daerah lainnya menyatakan sikap dukungan untuk pencalonan Wisnu Suhardono dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPAN PILGUB : Ketua DPD II Partai Golkar Demak Nur Wahid dan sejumlah Ketua DPD II Golkar daerah lainnya menyatakan sikap dukungan untuk pencalonan Wisnu Suhardono dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Partai Golkar sudah yakin bakal mengusung Wisnu Suhardono untuk maju sebagai bakal calon gubernur. Ketua DPD I Partai Golkar itu pun mengklaim sudah ada tiga parpol yang siap mendukung dirinya. Meski begitu, Wisnu enggan membeberkan ketiga parpol tersebut. Dia hanya membeberkan, jika keempat parpol tersebut bergabung, sudah memenuhi syarat minimal 20 persen untuk mengusung calon.

“Tanyakan saja pada ketua-ketua parpol provinsi. Kalau saya yang ngomong kan nggak baik. Yang jelas sudah ada komunikasi dengan tiga parpol. Bahkan itu di level ketua umum,” ucapnya.

Meski tak menyebutkan parpol mana saja yang sudah menjalin komunikasi, tapi Wisnu memberikan gambaran bahwa parpol tersebut terdiri dari sejumlah partai yang memiliki berbagai ideologi. “Ada ideologi agamis, dan nasionalis,” bebernya.

Meski begitu, lanjutnya, sejumlah partai yang sudah menjalin komunikasi intensif tersebut belum sampai pada tahap kesepakatan bersama untuk kerjasama. Sebab, ia mengaku sampai saat ini dirinya belum memberi jawaban apakah bersedia maju ataukah tidak. “Masih belum sampai level kesepakatan antar parpol. Wong saya sendiri belum iya (maju ke Pilgub),” tegasnya.

Wisnu mengatakan, internal Partai Golkar di Jateng sudah sepakat mendukungnya untuk maju sebagai calon gubernur. Semua DPD II Golkar kabupaten dan kota di Jateng pun sudah menyampaikan surat ke DPP Golkar agar DPP menugaskannya maju ke Pilgub. “Tapi belum saya jawab, tunggu dulu, lihat nanti,” katanya.

Dia memang belum bisa memberi kepastian karena ingin melakukan istikharah dulu. Setidaknya butuh 40 hari, dan kemarin, baru masuk sekitar 36 hari. “Bukan karena ragu. Mau istikharah untuk diri saya sendiri, harus tanya ke istri dan anak, harus tanya ke partner-partner bisnis saya yang perusahaan-perusahaan asing, gitu dong,” katanya.

Sementara itu, Partai Demokrat masih menunggu timing yang tepat untuk menunjuk sosok yang bakal diajukan ke bursa Pilgub 2018 mendatang. Saat ini, Demokrat masih melakukan komunikasi intens dengan sejumlah parpol lain mengingat hanya punya 9 kursi di DPRD Jateng.

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat, Agus Hermanto mengaku belum memastikan parpol mana yang akan digandeng. Dia pun masih belum memutuskan, apakah akan mengusung calon gubernur atau wakil gubernur. “Kami belum menentukan. Besok melihat posisi yang ada dulu. Soalnya juga tergantung dengan parpol lain yang berkoalisi,” ucapnya ketika menghadiri pelantikan empat kepala daerah, di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Senin (22/5).

Meski beberapa waktu lalu sempat muncul nama dari DPD Partai Demokrat Jateng, Agus tidak menanggapinya secara serius. Menurutnya, saat ini masih terlalu dini untuk memastikan nama. Wakil Ketua DPR RI ini juga tidak yakin apakah calon yang diusung berasal dari kader Demokrat.

“Bisa saja nanti dari DPD atau DPP. Atau mungkin malah dari independen kalau dirasa tidak ada kader Demokrat yang mumpuni. Kami akan melakukan survei untuk menjadi pedoman kami mengambil langkah,” tegasnya. (amh/ric)