33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

PT IPU Terobos Police Line

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG- Tindakan PT Industri Perkasa Usahatama (IPU) yang mendirikan pagar beton di lahan sengketa, disoal. Pasalnya, lahan tersebut telah di-police line, lantaran masih dalam proses penyelidikan pihak Polrestabes Semarang. Namun pihak IPU tetap menerobos daerah yang harusnya steril tersebut dan membangun pagar.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang, tanah sekitar 2,5 hektare milik Siti Marwiyatun, warga Jalan Untung Suropati, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, tersebut lokasinya persis di belakang Kawasan Industri Candi Gatot Soebroto miliki PT IPU.

“Sekarang posisi tanah sudah dipasang police line tapi pihak PT IPU tetap melanggar garis polisi dan tetap mendirikan pagar, kejadiannya sekitar pertengahan Februari 2017 lalu, dimana pihak IPU melakukan pemagaran menggunakan beton arcon,” kata anak dari Siti Marwiyatun, Yusuf Asa Robhaton, Senin (22/9).

Pihaknya sempat menanyakan terkait pemagaran tersebut kepada salah satu karyawan PT IPU bernama Steven, namun dia mengatakan hanya menjalankan perintah atasan. IPU juga tidak merespon terkait pembuktian surat kepemilikan yang sah.

“Akhirnya kita laporan polisi atas permasalahan itu, beberapa minggu kemudian akhirnya dilakukan police line oleh pihak Polrestabes, tapi ternyata PT IPU tetap membandel memasang pagar itu, bahkan dengan leluasa menerobos garis polisi,” ungkap Yusuf.

“Garis polisi yang saya pikir bisa menghentikan kesewenang-wenangan mereka, ternyata masih begitu,” tandasnya yang mengaku memantau pekerjaan pendirian pagar tersebut. Yusuf berharap PT IPU bisa menghormati proses hukum. Selain itu, dia juga meminta pihak kepolisian bertindak tegas atas permasalahan itu.

Saat koran ini mencoba mendatangi kantor PT IPU di kawasan Puri Anjasmoro Semarang, juga tidak menemukan klarifikasi jawaban atas permasalahan itu. Koran ini hanya mejumpai satpam keamanan dan meminta untuk membuat janji terlebih dahulu dengan pimpinan PT IPU.

Perlu diketahui, tanah milik Siti Marwiyatun yang diserobot PT IPU merupakan tanah adat, yaitu Tanah Yasan sebagaimana bukti Buku C Desa Nomor: 166, No. Persil: 1 a, Kelas Desa: D1, Luas 3.400 M2. Tanah Yasan sebagaimana bukti Buku C Desa Nomor: 1049, Kelas S-IV luas ± 10.640 M2. Serta Tanah Yasan sebagaimana bukti Buku C Desa Nomor: 257 Persil 68, kelas D.IV luas ± 10.800M2. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tanggulangi Kemiskinan Manfaatkan Program TJSL

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang berencana membentuk forum tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) di Kota Magelang khusus memerangi...

60 Siswa Dikhitan Massal

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Sebanyak 60 siswa SD/MI se-Kabupaten Temanggung mengikuti kegiatan khitan massal di komplek SMK Ezzul Moslem Gondosuli Bulu, Minggu (27/12). Sebelum dikhitan,...

Open Kitchen Jaga Kesempurnaan Memasak

Menonjolkan masakan-masakan Eropa, Tatank mencoba membuat Resto Kafenya bernuansa Eropa pula. Dengan keberadaan meja kursi yang didominasi kayu, ia mengkonsep sedemikian rupa tempat usahanya...

Mencuri Masjid Korem

SALATIGA – AW, 15, remaja yang berasal dari Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang tertangkap tangan saat mencuri kotak amal di masjid komplek Korem 073/Makutarama, Selasa...

Temu Ormas, Hans Diminta Jaga Kebhinnekaan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Maju di Dapil 1 Jateng dari Partai Nasdem untuk calon legislatif (Caleg) DPR RI, Hans Christian Hosman bertemu dengan para ormas kepemudaan, antara...

Indahnya Berbagi Melalui Tulisan

RADARSEMARANG.COM - TERNYATA menulis di media massa bagi seorang guru, memiliki nilai ganda. Selain berefek positif mendapatkan nilai poin untuk keperluan kenaikan pangkat, menulis...