Gotong Royong Entaskan Kemiskinan

583
BUTUH SINERGI : Ketua Baznas Kabupaten Magelang M Zaenal Arifin saat memberikan bantuan kepada fakir miskin, anak yatim dan guru mengaji di Lapangan Candimulyo, Minggu (22/5). (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BUTUH SINERGI : Ketua Baznas Kabupaten Magelang M Zaenal Arifin saat memberikan bantuan kepada fakir miskin, anak yatim dan guru mengaji di Lapangan Candimulyo, Minggu (22/5). (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Jumlah masyarakat tidak mampu di Kabupaten Magelang dinilai masih cukup tinggi. Sehingga perlu dilakukan sinergi bersama baik pemerintah maupun instansi lain untuk mengurangi angka kemiskinan itu.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Baznas Kabupaten Magelang M Zaenal Arifin di sela-sela pentasarufan atau pemberian bantuan kepada fakir miskin, anak yatim dan guru ngaji di Lapangan Kecamatan Candimulyo, Minggu (22/5). Menurutnya, perlu gotong royong seluruh masyarakat dan juga pemerintah untuk membantu mengentaskan masyarakat miskin.

“Saya yakin, masih banyak fakir miskin dan anak yatim yang belum mendapat perhatian dari pemerintah. Karena itu, kita butuh peran aktif semuanya. Di setiap desa, saya yakin masih ada orang yang ingin bersedekah maka perlu gotong royong sesama masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan,” kata pria yang juga menjabat Wakil Bupati Magelang ini.

Sejauh ini, kata dia, Baznas menghimpun zakat dan sedekah untuk disalurkan kepada yang membutuhkan sesuai syarat dan ketentuan di agama Islam. Menurutnya, hal ini sudah cukup efektif membantu untuk mengurangi beban masyarakat miskin. Dalam kesempatan itu, Baznas memberikan santunan kepada 323 guru mengaji, 190 anak yatim piatu dan 38 orang lansia.

Camat Candimulyo Agung Nugroho mengatakan, kerukunan masyarakat di wilayahnya masih sangat kondusif. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mencoba merusak kondusifitas tersebut.

Karena itu, ia minta peran tokoh masyarakat dan tokoh agama, terutama para guru mengaji untuk ikut mengantisipasinya. “Yang terang untuk menjaga kondusifitas itu, yang mayoritas kami minta menghargai yang minoritas. Sebaliknya yang minoritas, harus menghormati yang mayoritas,” jelasnya. (vie/ton)