KANDAS: Pemain Persitema U-17 dan Persikas U-17 berebut bola dalam laga pertandingan di Lapangan Maron Temanggung, Minggu (21/5) petang. (Ahsan fauzi/radar kedu)
KANDAS: Pemain Persitema U-17 dan Persikas U-17 berebut bola dalam laga pertandingan di Lapangan Maron Temanggung, Minggu (21/5) petang. (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG- Impian Persitema Temanggung U-17 melaju ke semifinal Piala Soeratin tahun 2017 kandas. Pasalnya, dalam laga terakhir menjamu Persikas U-17 Minggu (21/5) sore di Lapangan Maron Temanggung, tim asuhan Ripto Susilo ini hanya menambah 1 poin setelah bermain imbang 1-1. Di klasemen akhir, Persikas menjadi juara grup dan lolos ke semifinal wilayah Jateng.

Pertandingan berjalan cukup seru dan imbang. Persitema butuh kemenangan untuk bisa menjadi juara grup. Peluang-peluang manis banyak didapatkan kedua tim. Meski, sama-sama banyak peluang, namun tak satupun membuahkan gol. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0.

Di babak ke dua, jalannya pertandingan semakin seru. Kedua tim saling memeragakan permainan terbuka dan menyerang. Usaha keras Persitema akhirnya berbuah manis. Pada menit ke-71, tendangan bebas kaki kanan Elang Julian Gita mampu menjebol gawang Persikas. Skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Tertinggal 1-0, Persikas semakin meningkatkan serangan. Umpan bola-bola pendek dan serangan jarak jauh terus digencarkan pemain Persikas. Di masa injury time, petaka menimpa Persitema. Pada menit 90+2, Persikas mendapatkan hadiah tendangan penalti. Kesempatan ini tidak disia-siakan pemain Persikas Tetey Bayu Efendy yang mampu menjebol gawang Persitema. Skor berubah imbang 1-1.

Di 3 menit tambahan, Persitema berusaha menambah gol. Tapi hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap 1-1. Impian Persitema ke semifinal buyar.

Pelatih Persitema Ripto Susilo mengaku kurang puas dengan hasil pertandingan kali ini. “Saya sedikit kecewa atas kepemimpinan wasit. Jika fair, mestinya di babak pertama kita mendapatkan kesempatan dua kali penalti, tapi wasit tidak memberikanya. Justru, di babak kedua malah kita diganjar penalti,” sesal Ripto.

Meski demikian, Ripto mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, baik pemerintah, pihak keamanan dan juga juga suporter Tasmania yang tertib. “Apapun yang terjadi, inilah yang terbaik untuk Temanggung. Allah telah menggariskan kita tidak bisa lolos babak semifinal laga Piala Soeratin tahun ini,” ucap Ripto.

Sementara itu, Pelatih Persikas Asmuni Syaifuddin mengaku puas atas pertandingan tersebut. Meski di kandang lawan, anak-anak mampu menyamakan posisi. “Dari awal, kita tidak menarget muluk-muluk. Yang penting kita jangan sampai kalah, jangan sampai kebobolan, minimal skor sama. Kita diuntungkan, selisih gol kita lebih unggul dibanding Persitema. Jadi, posisi skor sama pun, pasti kita bisa melangkah untuk lolos semifinal. Alhamdulillah, terwujud,” ungkapnya.

Syaifuddin berharap, timnya ke depan tetap berkembang dan semakin matang. Pihaknya terus memotivasi anak asuhnya dengan mengintensifkan latihan supaya menjadi juara. “Target di Piala Soeratin 2017 ini kita bisa menjadi juara,” tekadnya. (san/ton)