33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Gagal Melaju Semifinal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

TEMANGGUNG- Impian Persitema Temanggung U-17 melaju ke semifinal Piala Soeratin tahun 2017 kandas. Pasalnya, dalam laga terakhir menjamu Persikas U-17 Minggu (21/5) sore di Lapangan Maron Temanggung, tim asuhan Ripto Susilo ini hanya menambah 1 poin setelah bermain imbang 1-1. Di klasemen akhir, Persikas menjadi juara grup dan lolos ke semifinal wilayah Jateng.

Pertandingan berjalan cukup seru dan imbang. Persitema butuh kemenangan untuk bisa menjadi juara grup. Peluang-peluang manis banyak didapatkan kedua tim. Meski, sama-sama banyak peluang, namun tak satupun membuahkan gol. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0.

Di babak ke dua, jalannya pertandingan semakin seru. Kedua tim saling memeragakan permainan terbuka dan menyerang. Usaha keras Persitema akhirnya berbuah manis. Pada menit ke-71, tendangan bebas kaki kanan Elang Julian Gita mampu menjebol gawang Persikas. Skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Tertinggal 1-0, Persikas semakin meningkatkan serangan. Umpan bola-bola pendek dan serangan jarak jauh terus digencarkan pemain Persikas. Di masa injury time, petaka menimpa Persitema. Pada menit 90+2, Persikas mendapatkan hadiah tendangan penalti. Kesempatan ini tidak disia-siakan pemain Persikas Tetey Bayu Efendy yang mampu menjebol gawang Persitema. Skor berubah imbang 1-1.

Di 3 menit tambahan, Persitema berusaha menambah gol. Tapi hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap 1-1. Impian Persitema ke semifinal buyar.

Pelatih Persitema Ripto Susilo mengaku kurang puas dengan hasil pertandingan kali ini. “Saya sedikit kecewa atas kepemimpinan wasit. Jika fair, mestinya di babak pertama kita mendapatkan kesempatan dua kali penalti, tapi wasit tidak memberikanya. Justru, di babak kedua malah kita diganjar penalti,” sesal Ripto.

Meski demikian, Ripto mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, baik pemerintah, pihak keamanan dan juga juga suporter Tasmania yang tertib. “Apapun yang terjadi, inilah yang terbaik untuk Temanggung. Allah telah menggariskan kita tidak bisa lolos babak semifinal laga Piala Soeratin tahun ini,” ucap Ripto.

Sementara itu, Pelatih Persikas Asmuni Syaifuddin mengaku puas atas pertandingan tersebut. Meski di kandang lawan, anak-anak mampu menyamakan posisi. “Dari awal, kita tidak menarget muluk-muluk. Yang penting kita jangan sampai kalah, jangan sampai kebobolan, minimal skor sama. Kita diuntungkan, selisih gol kita lebih unggul dibanding Persitema. Jadi, posisi skor sama pun, pasti kita bisa melangkah untuk lolos semifinal. Alhamdulillah, terwujud,” ungkapnya.

Syaifuddin berharap, timnya ke depan tetap berkembang dan semakin matang. Pihaknya terus memotivasi anak asuhnya dengan mengintensifkan latihan supaya menjadi juara. “Target di Piala Soeratin 2017 ini kita bisa menjadi juara,” tekadnya. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sindir Profesi Guru

SEMARANG - Menjadi seorang guru bukanlah perkara yang gampang, ada beban tanggung jawab yang berat. Namun, kini yang muncul adalah sebuah fenomena di mana...

Panwas Evaluasi Kinerja PPDP

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Panwas Demak melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pilgub Jateng beberapa waktu lalu. Ketua Panwaskab, Khoirul Saleh mengatakan, pihaknya mencatat sejumlah temuan dalam...

Lepas 1.000 Lampion di Jatibarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perayaan pergantian tahun di kawasan Waduk Jatibarang dimeriahkan pentas 14 tari tradisional dan pelepasan ribuan lampion. Pentas tari tradisional untuk menghibur...

Cegah Hoax di Tahun Politik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Warga Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur mendeklarasikan dukungan kepada Polri untuk menindak tegas pelaku penyebaran hoax, ujaran kebencian, isu SARA dan radikalisme....

Pedagang Johar Pilih Tinggalkan Tempat Relokasi MAJT

Alasan sepi pembeli, sebagian besar pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Johar, lebih memilih meninggalkan tempat relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)...

Pengrajin Wayang Wadul Ida

RADARSEMARANG.COM, WONOGIRI - Sejumlah pengrajin wayang kulit di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri mengaku belum paham akan adanya bantuan modal dari bank milik...