Alfamart Bekali Siswa SMKN 1 Demak Manajemen Ritel

573
BAGI ILMU: Branch Manager Alfamart Mateus Radiman bersama Asisten II Windu Sunardi dan Kepala SMKN 1 Demak Subekhan disela peresmian Alfamart Class, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BAGI ILMU: Branch Manager Alfamart Mateus Radiman bersama Asisten II Windu Sunardi dan Kepala SMKN 1 Demak Subekhan disela peresmian Alfamart Class, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK– PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) kembali meresmikan program pendidikan ritel Alfamart Class. Kali ini, bekal pendidikan manajemen ritel kepada para siswa SMKN 1 Demak.

Penandatanganan kerjasama (MoU) tersebut dilakukan langsung oleh Branch Manager Alfamart, Mateus Radiman dan Kepala SMK N 1 Demak, Subekhan, disaksikan Asisten II, Bidang Perekonomian Setda Pemkab Demak, Windu Sunardi.

Branch Manager Alfamart, Mateus Radiman mengungkapkan, program pendidikan ritel ini sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan. “Perusahaan ingin menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap dunia ritel lewat proses pembelajaran yang aplikatif,” katanya.

Selain itu, kata dia, perusahaan juga ingin berpartisipasi dalam menciptakan keselarasan program pendidikan dengan kebutuhan industri ritel melalui transfer knowledge dan praktik pembelajaran komprehensif.

“Para siswa kita bekali dengan berbagai kompetensi. Seperti, pengetahuan produk, softskill penjualan, transaksi dan administrasi penjualan. Kemudian, persediaan produk, pelayanan pelanggan, prosedur kerja hingga kerjasama tim,” ujarnya.

Mateus menambahkan, program ini diharapkan dapat menciptakan lulusan SMK yang memiliki daya saing tinggi, terampil dan siap bekerja di lingkungan perusahaan. Utamanya di industri ritel. Yang menari, para lulusan SMK, termasuk SMKN 1 Demak tersebut yang berminat dapat bekerja di jaringan Alfamart. Selain  itu, juga bisa berbisnis ritel sendiri dengan bekal ilmu yang diberikan.

“Selain sinkronisasi program pendidikan, perusahaan juga akan menghibahkan laboratorium business center berupa mini toko Alfamart sebagai media praktik belajar siswa disekolah. Adapun pengelolaannya dapat dilakukan secara mandiri oleh sekolah. Siswa juga langsung bisa mengaplikasikan ilmunya,” jelas Mateus.

Menurutnya, program Alfamart Class ini telah diimplementasikan di lebih dari 150 SMK yang tersebar di 67 wilayah di Indonesia.  Di Jateng sendiri, ada 4 cabang wilayah Alfamart. Yaitu, di Rembang, Semarang, Klaten dan Cilacap. Cabang itu membawahi wilayah lain di daerah sekitar. Untuk memenuhi tenaga kerja di Jateng ini, setidaknya butuh 100 orang setiap bulan seiring dengan pengembangan ritel di daerah-daerah. Di Jateng ada 800 outlet.

Kepala SMKN 1 Demak, Subekhan mengatakan, dengan adanya kerjasama dengan Alfamart ini, siswa dapat praktik langsung, utamanya soal ilmu pemasaran. “Dengan begitu, mereka tidak canggung saat bekerja di industri ritel,” ujarnyaa. (hib/sct/zal)