33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

14 Taruna Senior Akpol Ditahan

Personel Pengawas Akpol Ditambah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

TURUN LANGSUNG: Wakapolri Komjen Pol Syafruddin memberikan keterangan pers. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TURUN LANGSUNG: Wakapolri Komjen Pol Syafruddin memberikan keterangan pers. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Setelah menjalani pemeriksaan intensif, 14 taruna tingkat III Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang yang telah ditetapkan sebagai tersangka akhirnya ditahan di Mapolda Jateng. Mereka adalah RLW, EA, GCM, AH, CAE, MB, JED, AKU, GJN, RAP, RK, IZ, PDS dan CAS. CAS diketahui sebagai tersangka utama penganiayaan Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Muhammad Adam hingga tewas.

“Sudah ditangani Kapolda Jawa Tengah. (Para tersangka) sudah ditahan. Nanti Pak Kapolda yang menjelaskan,” ungkap Wakapolri Komjen Pol Syafruddin usai memberikan pembinaan dan pengarahan taruna di Ruang Pertemuan Cendrawasih, Gedung Cendekia, Kompleks Akpol Semarang, Senin (22/5).

Syafruddin mengaku telah memberikan arahan kepada Gubernur Akpol Semarang Irjen Pol Anas Yusuf untuk melakukan revitalisasi dan perubahan kultur. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terulangnya kembali insiden kekerasan yang berada didalam lingkup pendidikan Akpol. “Gubernur (Akpol) akan melakukan pembenahan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pembinaan dan lain sebagainya dievaluasi,” katanya.

Menanggapi insiden penganiayaan taruna hingga tewas yang dipicu adanya kultur militarisasi, Syafruddin menegaskan di pendidikan taruna Akpol tidak adanya lagi militarisasi. Selain itu juga akan menghentikan adanya korp-korp daerah terhadap semua taruna Akpol. “Di sini (Akpol) sudah tidak ada lagi kultur militarisasi. Korp daerah akan dihentikan. Yang ada korp Indonesia,” tegasnya.

Antisipasi lainnya, Syafruddin akan melakukan pengawasan ketat terhadap sistem pendidikan maupun pembinaan terhadap taruna di Akpol. Untuk itu, Mabes Polri akan menambah jumlah personel pengawas dan pengasuh, membenahi berbagai sarana-prasarana, termasuk menambah anggaran sebagai pendukung pengawasan tersebut.

“Kita akan menambah personel dua kali lipat untuk mengawasi para taruna. Kami benahi sarana prasarana, anggaran dan struktur jabatannya. Akan kita tambah semua, dilebarkan,” terangnya.

Untuk melakukan perubahan besar-besaran tersebut, pihaknya akan menyusun aturan baru yang akan dituangkan dalam Peraturan Kapolri (Perkap) yang baru. “Kita akan bikin Perkapnya yang baru,” ucapnya.

Apakah para tersangka akan dikeluarkan dari pendidikan Akpol? Syafruddin enggan menjawab. Pihaknya hanya menjelaskan akan melihat perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh aparat Polda Jawa Tengah. “Nanti lihat perkembangan penyelidikan dan penyidikan. Itu akan simultan dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Gubernur Akpol,” tegasnya.

Terkait sanksi terhadap pengawas yang berdinas, Syafruddin mengatakan sanksi ataupun reward akan diberikan kepada siapapun yang berhak menerimanya. Hal tersebut sudah merupakan kultur ataupun Standart Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan Akpol. “Akan diberikan punishment apabila penyelidikan nanti ternyata lalai. Ya, kode etik. Lihat derajat kesalahanya juga,” imbuhnya.

Gubernur Akpol Irjen Pol Anas Yusuf mengaku sudah maksimal mengawasi para taruna Akpol yang mengenyam lembaga pendidikan di bawah naungan Mabes Polri ini. Salah satu caranya dengan memasang ratusan CCTV. “Kita sudah laksanakan maksimal (dengan memasang) CCTV. (Sebanyak) 126 lebih. Tapi, di kamar kan nggak mungkin, karena melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) juga. Kan ada taruni di sana. Jadi, kita sudah ada CCTV,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiagakan beberapa pengawas dan pengasuh perwira di setiap sudut Kompleks Akpol. “Kemudian ada juga Perwira Pengawas, Pamen pangkatnya Kombes. Ada Kadental Danyon lah istilahnya di tentara, ya di TNI Danyon itu piket juga. Kasatar juga piket juga. Taruna ikut piket juga,” terangnya.

Anas mengakui pengawas dan pengasuh kecolongan, sehingga peristiwa penganiayaan terjadi dan menewaskan Brigdatar Muhammad Adam. Pihaknya akan mengevaluasi dan melakukan kajian ulang kegiatan dan jadwal di Akpol. “Tapi seperti yang disampaikan Pak Kapolda kejadian tengah malam dini hari. Jam 11 malam (23.00), seperti perintah saya jam 10.30 malam (22.30) itu sudah harus tidur. Saya beri kesempatan sampai jam 11 malam (23.00) bila memang ingin belajar. Itu sudah kita lakukan. Jadi, mungkin ada kelengahan dan sebagainya akan kita kaji,” ujarnya.

Anas menambahkan, sebagai manusia pengawas dan pengasuh taruna juga mempunyai keterbatasan. “Sudah jam 00.00, ya jam setengah 1 (malam) itu pasti sudah lelah dan sebagainya. Walaupun piket, pasti riyip-riyip di ruangan piket saya maklumi, tapi itu sudah di luar kemampuan kita,” ucapnya.

Seusai apel malam, para taruna harus kembali ke barak masing-masing untuk beristirahat. Namun mereka mencuri-curi waktu menggelar kegiatan koordinator daerah tanpa sepengetahuan pengasuh dan pengawas taruna. “Kemudian ya mereka kan ngumpet-ngumpet pasti itu. Tadi yang piket, kita akan telusuri kenapa tidak melihat dan pasti punya keterbatasan,” ungkapnya.

Informasi yang beredar kemarin, sebelum ditahan para tersangka telah dijemput penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng ke Mapolda Jateng Minggu (21/5) siang. Mereka langsung dilakukan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) diperiksa sebagai tersangka. Bahkan, pemeriksaan sempat dihentikan untuk dilakukan cek kesehatan dan dilanjutkan Senin (22/5) pagi.

“Semalam (Minggu) pemeriksaan sampai pukul 23.00. Kemudian dilanjutkan Senin pagi. Iya, 14 senior tersebut kuat ditingkatkan menjadi tersangka. Maka diterbitkan Surat Perintah Penahanan (SPP),” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova.

Djarod menjelaskan, sekarang ini 14 tersangka telah ditahan di sel Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Mapolda Jateng. Kasus mereka juga akan terus diproses sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Sembari melakukan penahanan, penyidik juga menyelesaikan berkas BAP para tersangka. “Para tersangka ditahan sampai 20 hari ke depan, dan bisa diperpanjang. Mereka juga didampingi kuasa hukum masing-masing,” katanya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rustri Didorong Maju Pilgub

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rumah mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih di daerah Gajahmungkur, Semarang digeruduk perwakilan petani dan nelayan dari sepanjang pantai utara Jateng, Jumat...

Perlindungan Hukum Penumpang Taksi Online

Ibu Dini S Purwono yang saya hormati. Saya adalah konsumen setia taksi online. Saya pernah membaca, beberapa kali ada kasus penumpang taksi online yang...

Ajak Generasi Muda Kreatif dan Inovatif

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Hidup di era serba digital dan penuh teknologi, pada momen Hari Kebangkitan Nasional Bupati Batang Wihaji mengajak anak muda agar lebih kreatif...

Jadikan LKP ICTC Rujukan Pencari Kerja di Kapal Pesiar dan Perhotelan

RADARSEMARANG.COM - Di tangan Ilham Fajar Agus Pamungkas, LKP Ilham Cruise Ships Training Center (ICTC) Magelang, kini semakin kokoh berdiri. Berkonsep manajemen modern, lembaga...

Bimbingan Belajar, Makanan Pendamping Siap Saji

Bimbingan belajar atau Bimbel, termasuk salah satu dari berbagai jenis lembaga kursus pelatihan (LKP) sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003. Sesuai undang-undang tersebut, LKP...

Semester Pertama Baru 30 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Progres pembangunan infrastruktur (jalan dan jembatan) di Jateng hingga semester pertama 2018 mencapai 30 persen. Meski masih tergolong rendah, namun pihaknya optimistis...