Polres Kendal Sita 573 Botol Miras

1117
PEKAT: Minuman keras disita petugas Polres Kendal. Pihaknya akan menggalakkan razia penyakit masyarakat jelang Ramadan. (HUMAS POLRES KENDAL)
PEKAT: Minuman keras disita petugas Polres Kendal. Pihaknya akan menggalakkan razia penyakit masyarakat jelang Ramadan. (HUMAS POLRES KENDAL)

KENDAL—Jelang Ramadan, Polres Kendal mengintensifkan razia pekat (penyakit masyarakat), salah satunya peredaran minuman keras (miras) di tempat hiburan dan toko-toko kelontong. Dari hasil razia, petugas menyita 573 botol miras dan 70 liter miras oplosan.

“Operasi ini akan terus kami galakkan selama bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah. Saya sudah perintahkan seluruh jajaran, terutama polsek-polsek untuk melaksanakan operasi penyakit masyarakat,” ujar Kapolres Kendal, AKBP Firman Darmansyah, kemarin (21/5).

Ratusan botol miras tersebut didapat dari hampir seluruh wilayah Kendal. Diantaranya, Kaliwungu (109 botol), Kota Kendal (244 botol), Weleri (7 botol), Rowosari (2 botol) dan Cepiring (11 botol dan 1 jirigen miras oplosan). Selain itu Singorojo (6 botol), Limbangan (10 botol), Gemuh (10 botol), Brangsong (2 botol dan 1 jirigen botol Miras). Lainnya, Patebon (125 botol), sukorejo (7 botol) dan patean 40 botol).

“Dengan mengkonsumsi miras,dapat menimbulkan kejahatan lainnya. Mulai dari pencurian, penganiayaan, penyalahgunaann narkoba, seks bebas, bahkan bisa mengarah pada pembunuhan. Makanya sebisa mungkin akan kami maksimalkan pembrantasannya,” jelasnya.

Pihaknya meminta kepada masyarkat agar segera melapor jika ada praktek kejahatan atau penyakit masyarkat yang terjadi. Seperti minum miras, perjudian, pencurian, prostitusi dan sebagainya.

Selain menggalakkan operasi pekat, Polres Kendal juga razia kendaraan. Ribuan pengendara terjaring dalam razia yang digelar di Jalan Raya Kaliwungu. Sebanyak 200 diantaranya dikenakan surat bukti pelanggaan (tilang).

Kasatlantas Polres Kendal, AKP Edy Sutrisno mengatakan dalam operasi tersebut, pihaknya menyita 110 STNK, 71 SIM dan 19 unit Kendaraan bermotor roda dua. “Ini merupakan operasi patuh candi 2017, dimana penindakan dilakukan terhadap pengguna kendaraan yang melawan arus karena dapat memicu terjadinya kecelakaan dan kemacetan lalu lintas,” katanya. (bud/zal)