HASIL KINERJA: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Litani Satyawati, usai menerima penghargaan dari Kemenpan RB terkait aplikasi Ijus Melon, Sabut (20/5).
HASIL KINERJA: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Litani Satyawati, usai menerima penghargaan dari Kemenpan RB terkait aplikasi Ijus Melon, Sabut (20/5).

SEMARANG – Inovasi Pemkot Semarang dalam memberikan layanan izin usaha bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Ijus Melon (Ijin Usaha Mikro Melalui Online) mendapat penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Inovasi Ijus Melon terpilih menjadi top 99 inovasi pelayanan publik terbaik se-Indonesia menyisihkan 3.054 proposal inovasi lainnya dari kementrian, lembaga, BUMD, lembaga negara dan pemerintah kota/ kabupaten/ provinsi se-Indonesia.

Penghargaan diserahkan pada acara pameran dan simposium pelayanan publik di Gresik, Jawa Timur, Sabtu,(20/5). Penghargaan diserahkan oleh Menpan RB, Asman Abnur kepada Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Litani Satyawati. Sebelumnya program tersebut dipresentasikan oleh Wali Kota Hendrar Prihadi di depan panelis, beberapa waktu lalu.

Menurut Hendrar Prihadi, dengan aplikasi Ijus Melon ini, pelaku usaha mikro dapat menerima pelayanan lebih cepat, mudah dan murah dalam mendapatkan legalitas usaha melalui aplikasi website www.dikopumkm. semarangkota. go.id. Dengan sistem ini, pelaku usaha hanya membutuhkan waktu 4 menit untuk dapat mengambil surat legalitas usahanya di kecamatan setempat.

“Sebelum adanya aplikasi ini, Dinas hanya dapat mengeluarkan izin sebanyak 772, dan setelah adanya aplikasi Ijus Melon pelayanan maksimal dapat tertangani hingga 8.304 izin usaha diterbitkan,” ujar wali kota.

Tak hanya itu, pelaku usaha mikro yang sudah mendapatkan izin usaha akan langsung terdaftar dalam database Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk selanjutnya dberi fasilitas dukungan usaha oleh Pemerintahh Kota Semarang. Seperti pinjaman tanpa agunan, pelatihan usaha hingga kesempatan mengikuti berbagai pamera untuk ajang promosi produk usaha mikro. (zal)