33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Transparansi Hindari Korupsi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

PERJALANAN karir Joko Purnomo berawal dari konsultan Rural Business Service (pelayanan usaha pedesaan), program dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selama 6 tahun (1995-2001) menjalankan program tersebut, dia harus keliling dari Sabang hingga Merauke.

“Karena itu program pemberdayaan masyarakat, jadi keliling terus, sesuai daerah yang akan dibina,” ujar pria yang awalnya bercita-cita menjadi seorang guru, itu.

Baca Juga :

Kemudian ia mengabdikan diri di Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) di Surakarta. Di LSM tersebut, Joko dipercaya sebagai Kepala Perwakilan LPTP Pacitan. Tak berapa lama mengabdikan diri, teman-temannya kemudian mendorongnya untuk duduk di Komisi Pemilihan Umum (KPU), tepat 2003 setelah melihat ada pendaftaran langsung mengikuti kompetisi dan diterima. “Pertama kali di KPU Kabupaten Wonogiri menjabat Ketua selama 2 periode dari 2003-2013,” katanya.

Setelah purna menjadi Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, ia mencoba peruntungan di KPU Provinsi Jawa Tengah, akhirnya lolos seleksi dan dipercaya menjadi ketua untuk periode 2013-2018.

Menjadi komisioner pemilihan umum yang berpotensi korupsi, Joko pun harus menghindari anggapan tersebut. Salah satunya selalu transparan kepada publik. Mulai dari konsep, penggunaan anggaran hingga pengambilan kebijakan. “Kalau penggunaan anggaran juga selalu diumumkan ke publik, sehingga masyarakat tahu penggunaan uang itu untuk apa,” ujarnya.

Terkait konsep bekerja, Joko selalu menerapkan sesuai dengan perjanjian awal, yakni penuh waktu. Ia juga selalu menciptakan inovasi dan kreatifitas dalam bekerja baik antar pimpinan dan seluruh stafnya, pengambilan keputusan yang kolektif dan kolegial, sehingga ada tanggung jawab bersama. Menurutnya apabila konsep tersebut dijalankan bisa mendapatkan 2 point sekaligus, yakni pengembangan SDM dan program.

“Kita juga harus menerapkan prinsip-prinsip good government baik ke staf dan antar pimpinan. Termasuk kita juga harus menjalin komunikasi dengan seluruh stakeholder,” tandasnya.

Menurutnya, lembaga KPU harus diciptakan semakin kuat dan harus ada 2 hal yang bisa dicapai yakni high performance  dan high commitment.  “Termasuk metode-metode yang digunakan dalam penyelenggaraan pemilu harus mampu memperkuat bangunan infrastruktur politik di semua tingkatan,” ungkapnya.

Menjadi komisioner pemilihan umum, banyak suka maupun duka yang dialami. Dia bercerita pada Pilkada serentak 2017 lalu, ada tiga daerah yang saat itu dilanda bencana, baik banjir maupun jembatan putus. Seperti yang ada di Pati, Brebes dan Cilacap. Kondisi alam yang kurang mendukung membuat timnya harus menggunakan sarana darurat untuk memantau proses pemungutan suara.

“Ada daerah yang kami tuju itu banjir dan ada juga jembatan putus.

Jadi kami melihat pemilih melakukan pungutan suara pakai perahu kecil, ada juga bangun jembatan darurat,” kenangnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Memastikan Kenyamanan Mudik Via Jalur Darat

Angkutan Lebaran lewat jalur darat pada tahun ini diprediksi meningkat seiring dengan tersambungnya tol trans-Jawa. Dibutuhkan pengelolaan yang matang agar perjalanan tetap nyaman dan...

Kenalkan Pembelajaran Berbasis Digital

SEMARANG – Berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi saat ini, ternyata secara tidak langsung menuntut guru untuk berinovasi. Cara yang dilakukan adalah ikut berselancar dalam...

AHY Ogah Dikaitkan Pilpres dan Pilgub

SEMARANG–Mantan calon Gubernur DKI Jakarta sekaligus putera sulung mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru...

Ramaikan Persaingan Kategori Olahraga

KENDAL - Perlombaan Sekolah Berprestasi Menuju Kendal Permata Pantura mendapat antusias dari peserta sekolah SD/MI di UPTD Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Bahkan sekolah MI...

Antisipisi Kawasan Industri, Dirikan Paguyuban Sokolimo

KENDAL—Sejumlah masyarakat Kendal mendirikan Paguyuban Sokolimo sebagai langkah antisipatif berdirinya Kawasan Industri di Kendal. Dengan paguyuban tersebut, harapannya masyarakat Kendal bisa bersatu, sehingga tidak...

Ingin Jadi Dokter yang Hafal Alquran

Alana, hafiz Alquran, bocah asal Banjarnegara, terlahir sebagai difabel yang memiliki kecerdasan luar biasa. Kisah hidup Alana yang tergambar pada ajang Hafiz Indonesia 2017,...