Pisahkan Sampah Organik, Anorganik, dan Logam

Tiga Siswa SMKN 7 Semarang Rancang Aplikasi Pengelolaan Sampah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

Tiga siswa SMK Negeri 7 Semarang merancang sistem aplikasi pengelolaan sampah terpadu di perkotaan secara efektif dan efisien. Sebab, saat ini proses pengangkutan sampah yang dilakukan belum dilakukan pemilahan. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

PROSES pengangkutan sampah di Kota Semarang saat ini bisa dibilang belum tertata dengan rapi, bahkan sebagai ibu kota provinsi sistem pengangkutan dan pengolahan sampah belum modern, dan tertinggal dengan kota lainnya.

“Selama ini proses pengangkutannya tidak dipilah, contohnya saja sampah organik, anorganik dan logam masih diangkut jadi satu. Akibatnya menyulitkan dalam pengolahan,” kata Bella Rachma, siswi SMK Negeri 7 Semarang.

Meski sudah ada pemisahan jenis sampah di sejumlah titik untuk membedakan tempat sampah organik dan anorganik agar tidak saling bercampur satu sama lain, ternyata belum maksimal. Pasalnya saat sampai  tempat pembuangan akhir (TPA), kata dia, sampah-sampah yang masuk ternyata dipilah-pilah lagi sehingga sebenarnya pengangkutan sampah yang berjalan selama ini tidak efektif.

“Kami coba menciptakan aplikasi yang memudahkan pola pengangkutan sampah di kawasan perkotaan, termasuk Semarang,” tuturnya.

Bersama dua temannya, Aulia Hapsari dan Muhamad Najib, ia pun merancang sistem aplikasi pengelolaan sampah terpadu.

Ia menjelaskan, jika pola tersebut harus dilakukan secara mendasar, yakni  truk-truk yang mengangkut sampah harus dibedakan terlebih dahulu, truk mana yang harus mengangkut sampah organik, mana anorganik, dan mana sampah logam. “Jadi, pengambilannya tidak dicampur,” jelasnya.

Untuk memudahkan dalam pengangkutan, lanjut dia, setiap tempat sampah yang ada harus dipasangi sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur volume ketinggian sampah yang akan memberitahukan jika sampah sudah menumpuk di atas batas.

“Alat ini bekerja dengan deteksi ultrasonik yang  dilengkapi dengan Radio Frequency Identification (RFID) plus monitor dan ditempatkan atau dipasang di truk-truk pengangkut sampah,” ujarnya.

Setelah alat pendektsi dipasang, nantinya begitu ada tumpukan sampah di satu titik akan langsung mengirimkan sinyal ke truk-truk sampah yang memudahkan tanpa harus mengecek satu per satu tempat sampah. Sistem yang mereka buat sendiri ini sekaligus harus membuat jalur pengambilan sampah yang memisahkan sampah organik, anorganik, dan logam, sehingga memudahkan dalam pengelolaannya.

“Bisa dibilang, aplikasi ini hampir sama dengan aplikasi Go-Jek. Perkiraan kami, untuk membuat satu alat itu membutuhkan tidak sampai Rp 1 juta. Saat ini alatnya masih prototipe, namun kami yakin bisa dikembangkan lagi,” kata Aulia Hapsari.

Menurutnya, jika prototipe tersebut bisa diangkat dan dikembangkan, proses pengangkutan hingga pemilihan sampah akan lebih mudah dan cepat. Karena saat tiba di TPA, tidak lagi dilakukan proses pemilihan sampah saat akan diolah. “Kami berharap prototipe ini bisa dikembangkan pemerintah, untuk membantu sistem pengangkutan dan pengangkutan sampah,” ujar Aulia yang diamini dua siswa lain  yang mengambil Program Studi Teknik Elektronika Industri (TEI) SMK Negeri 7 Semarang ini. (*/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -