Oleh: Sumtingah SPd
Oleh: Sumtingah SPd

MELAKUKAN kesalahan adalah manusiawi. Tetapi ada orang yang tak berani menyatakan atau melakukan sesuatu karena takut salah. Begitu juga dalam kegiatan pembelajaran. Sering kita jumpai siswa yang tidak berani menyampaikan pendapatnya di depan teman-temannya. Bahkan mengerjakan soal di depan kelas saja, dia merasa gemetar. Alasannya sangat sederhana sekali. yakni mereka takut salah. Gejala seperti inilah, para ahli menyebutnya dengan mythophobia.

Mythophobia merupakan salah satu jenis phobia yang dialami oleh seseorang. Mythophobia merupakan perasaan tidak berani menyatakan atau melakukan sesuatu karena takut salah. Penderitanya mempunyai kesulitan dalam berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain karena takut salah ketika mengemukakan sesuatu. Reaksi yang ditunjukkan antara lain berkeringat, tubuh gemetar, muka menjadi pucat atau pias, dan bahkan penderita akan bersembunyi bila bertemu orang lain, dan akan menghindari berkomunikasi dengan orang lain karena hanya tidak ingin merasa malu.

Mythophobia terjadi karena adanya faktor biologis di dalam tubuh, seperti meningkatnya aliran darah dan metabolisme di otak. Bisa juga karena ada sesuatu yang tidak normal di struktur otak seseorang. Tapi kebanyakan psikolog setuju bahwa mythophobia lebih sering disebabkan oleh kejadian traumatis dan pengalaman yang buruk. Faktor kebudayaan bisa juga menjadi bibit mythophobia.

Pada pembelajaran bahasa Inggris, mythophobia yang paling sering dialami oleh siswa adalah ketika mereka diminta berbicara di depan kelas menggunakan bahasa Inggris. Perasaan takut selalu menghantuinya. Keringat dingin, tubuh gemetar, dan muka pucat mulai terlihat. Pada akhirnya komunikasi menjadi terhambat.

Cara Mengatasi

Lalu, bagaimana mengatasinya? Langkah awal yang dapat dilakukan adalah meminta siswa untuk menulis terlebih dulu apa yang akan dikatakan. Bimbinglah mereka untuk membaca tulisannya kemudian latihlah berbicara di hadapan orang lain. Jika mereka sudah mulai berani berbicara, ajaklah mereka untuk bermain peran dan akhirnya hadapkan mereka dengan situasi yang sesungguhnya.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengubah mindset tentang bagaimana kita memaknai suatu kesalahan. Salah bicara (slip of a tongue) saat speaking tidaklah sama dengan melakukan kesalahan permanen ketika melakukan beberapa pekerjaan praktis. Contohnya, jika seorang teller melakukan kesalahan transaksi, maka itu adalah kesalahan yang nyata. Jika kita berbuat kesalahan kecil saat berterima kasih kepada pelanggan, kesalahan itu tidaklah begitu berarti. Begitu juga dengan berbicara bahasa Inggris. Kita bukan penutur asli bahasa Inggris yang profesional, sejauh kita tetap tersenyum dan ramah, kesalahan-kesalahan kecil yang kita perbuat tidak menjadi penghambat komunikasi. Selama orang lain memahami isi pembicaraan, maka tetap lanjutkan komunikasi. Kita tidak usah merasa malu dan hilang percaya diri.

Sehubungan dengan berbicara bahasa Inggris, kita harus mengatakan kepada siswa kita bahwa “berbuat kesalahan itu hal yang biasa” karena kita bukan penutur aslinya. Tetapi jangan menganggap bahwa berbicara bahasa Inggris yang buruk dan kacau dapat dimaklumi selama-lamanya tanpa adanya upaya perbaikan. Bukan itu yang dimaksudkan. Kita tentunya perlu terus mengembangkan keterampilan berbicara untuk memastikan kita mendapatkan pengetahuan grammar yang tepat dan menerapkannya. Setiap kali kita merasakan munculnya rasa takut ketika ada peluang untuk bercakap dengan seseorang dalam bahasa Inggris, jangan menghindari percakapan tersebut, terjun sajalah di dalamnya seolah-olah kita sedang terjun ke dalam kolam renang.

Karena itu, kita sebagai orang tua dan pendidik, hindarkan anak-anak kita terkena mythophobia. Ajaklah mereka untuk berinteraksi dengan orang lain. Latihlah mereka untuk berani mengeluarkan pernyataan yang tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Janganlah menakut-nakuti mereka. Apabila anak salah ngomong sebaiknya jangan dimarahi atau ditakuti agar si anak tidak merasa bersalah atas apa yang dilakukan. Pada akhirnya anak akan berani berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain, dan terhindar dari mythophobia. Selamat dan sukses buat kita semua. (*/aro)