Oleh : Resy Susanti SPd
Oleh : Resy Susanti SPd

BANYAKNYA materi pelajaran yang harus dikuasai terkadang menimbulkan kejenuhan pada siswa. Semakin panjang waktu dihabiskan di sekolah semakin memicu  kebosanan mereka. Akibatnya, hasil belajar tidak maksimal.

Fenomena kejenuhan dan kebosanan siswa terhadap sekolah jangan dianggap sepele. Bila dibiarkan terus-menerus bukan tidak mungkin hasil belajar yang dicapai semakin memprihatinkan. Alih-alih menguasai kompetensi yang ditetapkan, justru siswa akan semakin malas untuk belajar.

Guru sebagai tokoh sentral di kelas memegang peranan penting untuk memecahkan masalah kejenuhan dan kebosanan dalam belajar. Solusi yang dapat digunakan guru dalam mengatasi masalah ini dengan menciptakan dan mengembangkan berbagai model dan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Selama ini banyak orang beranggapan model dan media pembelajaran kreatif inovatif itu mahal, sulit, dan memerlukan effort yang besar untuk diterapkan di kelas. Anggapan itu tidak seratus persen salah, walaupun juga tidak seratus persen benar. Beberapa model dan  media pembelajaran kreatif inovatif memang mahal dan susah untuk digunakan di sekolah. Namun bila guru mau bereksplorasi, banyak model dan media pembelajaran kreatif yang luar biasa murah dan mudah digunakan di sekolah.

Model dan media pembelajaran dikatakan kreatif dan inovatif bila memenuhi beberapa syarat. Pertama, model dan media pembelajaran tersebut unik, dalam arti lain dari yang lain. Kedua, model dan media pembelajaran itu mempermudah siswa dalam menguasai materi yang diajarkan. Syarat yang ketiga, model dan media pembelajaran tersebut dapat menarik perhatian siswa.

Contoh model pembelajaran kreatif dan inovatif adalah menggunakan permainan yang dilakukan secara tim maupun perorangan. Model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) adalah satu contoh model pembelajaran kreatif yang dapat menarik dan meningkatkan motivasi belajar siswa. TGT dilakukan dengan cara membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil. Selanjutnya, masing-masing kelompok akan memainkan game-game akademik sesuai dengan mata pelajaran yang sedang diajarkan. Adanya game-game akademik ini akan membuat suasana belajar menjadi menyenangkan.

Selain model pembelajaran TGT, penggunaan nyanyian juga mempermudah siswa memahami suatu materi pelajaran. Guru dapat mengganti lirik sebuah lagu dengan lirik yang berhubungan dengan materi. Metode nyanyian ini sangat efektif digunakan di kelas, terutama bagi siswa SD maupun TK dan PAUD. Dengan menyanyikan lirik lagu yang sudah dimodifikasi tersebut secara tidak langsung siswa juga menghafal materi pelajaran.

Selain model pembelajaran, penggunaan media juga penting. Contoh media pembelajaran yang kreatif dan inovatif adalah penggunaan teka-teki silang, penggunaan anagram (susun kata), penggunaan permainan ular tangga, kwartet, dan monopoli dalam menyampaikan materi pelajaran. Media-media pembelajaran tadi tergolong media pembelajaran yang murah dan mudah didapatkan.

Selain model dan media pembelajaran di atas, guru dapat menciptakan model dan media pembelajaran sendiri. Semakin banyak ciptaan sendiri, semakin kreatif guru tersebut. Peningkatan kreativitas guru mampu mengatasi kejenuhan dan kebosanan di sekolah. Bagaimana bisa bosan jika setiap hari siswa mendapat pelayanan maksimal dari guru melalui penggunaan model dan media pembelajaran yang bervariasi. Yang ada siswa akan semakin termotivasi, sehingga  mampu berprestasi. Jadi, tunggu apa lagi? Jadi guru kreatif,  siapa takut? (*/aro)