Wartawan Radar Semarang Sabet Juara Nasional

201
JUARA PERTAMA: Wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Taufik Hidayat (ke-2 dari kanan) menerima sertifikat penghargaan dari Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy, Jumat (19/5) kemarin.(ISTIMEWA)
JUARA PERTAMA: Wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Taufik Hidayat (ke-2 dari kanan) menerima sertifikat penghargaan dari Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy, Jumat (19/5) kemarin.(ISTIMEWA)

JAKARTA — Wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Taufik Hidayat, berhasil meraih juara 1 lomba Penulisan Opini dan Karya Jurnalistik (Features) Pendidikan dan Kebudayaan 2017. Tulisan Taufiq berjudul Suluh Pelajar Satu Atap di Lereng Slamet, berhasil meraih nilai tertinggi untuk kategori features pada lomba yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Atas prestasinya, Taufik bersama para pemenang lain untuk kategori wartawan, guru, dan umum, pada Jumat (19/5), diundang Biro Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta untuk menerima penganugerahan. Penyerahan hadiah disampaikan berbarengan pada pembukaan Pekan Pendidikan Nasional di Lippo Mall Puri Kembangan Jakarta.

Para pemenang mendapatkan apresiasi berupa sertifikat dan uang pembinaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendy. Uang pembinaan untuk juara 1 masing-masing kategori sebesar Rp 15 juta; juara 2 (Rp 12 juta); dan juara 3 (Rp 10 juta) dipotong pajak.

Taufik mengaku tidak menyangka tulisannya yang mengangkat potret pendidikan di kecamatan wilayah atas Kabupaten Pekalongan, mendapatkan apresiasi tertinggi dari dewan juri. Yang ia lakukan hanya menyajikan fakta betapa pelajar SMP Satu Atap di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, begitu gigih bersekolah, di tengah keterbatasan infrastruktur yang ada.

”Mereka harus melintasi jalan makadam yang terjal, sementara kanan dan kirinya jurang untuk menuju ke sekolah. Bahkan, mereka harus membawa obor sekalipun untuk menerangi jalan. Tapi tekad mereka bersekolah sangat gigih,” kata wartawan yang sehari-hari liputan di wilayah Kabupaten Pekalongan ini.

Bahkan, lanjut Taufik, beberapa siswa berasal dari sejumlah dusun di lereng gunung Slamet, yang rumahnya belum dialiri listrik. ”Di tengah keterbatasan, anak-anak sekolah di sana, tetap punya semangat untuk belajar. Inilah yang membuat saya tertarik untuk mengangkat potret keseharian para pelajar di sana, menjadi liputan features.”

Liputan features yang dimuat di media online radarsemarang.com itu pun akhirnya diikutkan lomba, sehari menjelang batas akhir lomba. Taufik bercerita, satu minggu sebelum pengumuman, diam-diam tim juri datang ke Kabupatan Pekalongan, melakukan verifikasi tulisan dengan fakta di lapangan. ”Saya baru tahu ketika diundang ke salah satu hotel di Pekalongan untuk mempresentasikan tulisan yang saya buat. Alhamdulillah, ini berkah menjelang Ramadan bagi saya,” tutupnya.

Adapun juara II kategori wartawan, diraih jurnalis koran Wawasan, dengan materi features berjudul PAUD di Kampung Pengemis; Saksi Bisu Perjuangan Akses Pendidikan untuk Kaum Pinggiran. Sedangkan juara III, diraih jurnalis padangmedia.com, dengan judul: Di Tanah Ombak, Mereka Belajar Seni dan Membangun Karakter. (cr3/isk/ce1)

Tinggalkan Komentar: