Soal Poster ”Garuda Ku Kafir”, Undip Minta Maaf

81
SIAP JATUHKAN SANKSI: Wakil Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, M. Zaenuri (ke-2 dari kanan) saat jumpa pers, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP JATUHKAN SANKSI: Wakil Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, M. Zaenuri (ke-2 dari kanan) saat jumpa pers, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Civitas akademika Universitas Diponegoro (Undip) meminta maaf atas pemasangan poster dan spanduk bernada provokatif ”Garuda Ku Kafir” yang sempat menghebohkan kampus FISIP Undip, Rabu (17/5) lalu. Pihak Undip juga siap menjatuhkan sanksi kepada lima mahasiswa yang memasang poster tersebut. Ironisnya, kelima mahasiswa tersebut adalah anggota senat dan BEM setempat.

”Perbuatan tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran akademik,” tegas Rektor Undip, Yos Johan Utama, di ruang sidang rektor, Gedung Widya Puraya Undip Tembalang, Jumat (19/5).

Ia mengatakan, Undip akan selalu berkomitmen menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila. Juga menghormati pluralitas dan kebinekaan dalam proses pembelajaran dan kehidupan kampus. ”Seluruh civitas akademika Undip merasa sangat prihatin dan menyayangkan perbuatan pemasangan poster dan spanduk yang dilakukan oleh mahasiswa FISIP ini,” terangnya.

Yos menjelaskan, mahasiswa yang bertanggung jawab atas pemasangan poster dan spanduk tersebut telah menghadap dirinya dan Dekan FISIP Sunarto, serta meminta maaf dan menyatakan penyesalan atas perbuatannya. ”Mereka tidak menyangka sebelumnya, akibat dari perbuatannya menimbulkan gejolak dan rasa tidak nyaman bagi civitas akademika,” ujarnya.

Yos menegaskan, Undip akan menghormati proses hukum apabila ditemukan unsur-unsur pidana atas perbuatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

Wakil Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, M. Zaenuri,  menyayangkan tindakan penyebaran poster provokatif tersebut. Kelima mahasiswa itu juga dinilai menyalahi prosedur saat menempel poster di setiap sudut kampus dan mengunggahnya di media sosial.

”Itu tidak ada izinnya. Yang bersangkutan sudah menyesal dan meminta maaf kepada kami. Meski begitu, pihak rektorat tetap memproses mereka. Sebab, telah melanggar aturan akademik,” katanya.

Menurutnya, kelima mahasiswa ini sejak awal sengaja memancing perhatian masyarakat agar datang ke acaranya. Hanya saja, apa yang dilakukan para pelaku sangat keliru saat memberikan sumbangsih pemikirannya untuk acara diskusi ’Garuda Ku Kafir’.

”Kami sebagai civitas akademika mohon maaf jika hal-hal semacam ini telah menimbulkan interpretasi. Tapi, kami tegaskan tidak ada niatan menggunakan simbol itu untuk sesuatu yang tidak proporsional,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kelima mahasiswa FISIP tersebut kini harus menjalani sidang di hadapan lembaga hukum Undip untuk dipertimbangkan sanksi yang layak untuk mereka.

”Sanksinya kalau sudah masuk ranah hukum bisa dicopot gelar kemahasiswaannya, kemudian ada sanksi sedang dan ringan sesuai keputusan yang kami jatuhkan kepada mereka,” tandasnya. (tsa/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here