Romo Rubi Resmi sebagai Uskup Agung Semarang

271
USKUP BARU: Pelaksanaan tahbisan Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko (ke-2 dari kiri) oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo di Lapangan Bhayangkara, Akpol Semarang, kemarin. (bawah) Ribuan umat Katolik mengikuti penahbisan dengan khusyuk. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
USKUP BARU: Pelaksanaan tahbisan Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko (ke-2 dari kiri) oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo di Lapangan Bhayangkara, Akpol Semarang, kemarin. (bawah) Ribuan umat Katolik mengikuti penahbisan dengan khusyuk. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ribuan jemaat Katolik khusyuk berdoa bersama dalam pelaksanaan penahbisan Uskup Agung Semarang di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (19/5). Sebanyak 500 imam atau pastur, serta 15 ribu umat dari 100 paroki baik dari Keuskupan Agung Semarang (KAS) maupun dari luar Semarang, mengikuti pelaksanaan tahbisan Uskup Agung Semarang Monsinyur (Mgr) Robertus Rubiyatmoko. Penahbisan dilakukan oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo.

”Kita berharap Uskup Agung yang baru ini akan selalu menjadi pewarta damai kepada seluruh umat di Semarang,” kata Mgr Ignatius Suharyo dalam prosesi penahbisan.

Ia melakukan penahbisan didampingi Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunyamin OSC dan Uskup Malang Mgr Henricus Pidyarto Gunawan OCarm. Turut hadir Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi yang membacakan surat keputusan penahbisan Uskup Agung Semarang.

Meski dalam suasana yang khidmat, Ignatius Suharyo sempat melontarkan beberapa gurauan tentang pribadi Romo Rubi –sapaan Robertus Rubiyatmoko yang mengundang tawa. Salah satunya adalah soal kumis yang menghiasi wajah Romo Rubi. Ia mengaku, baru kali ini setelah 40 tahun ada yang bertanya kepadanya tentang kumis.

”Romo Rubi ini merupakan pribadi yang rendah hati. Sampai-sampai ketika menjelang penahbisannya sebagai Uskup Agung, beliau meminta pertimbangan saya, kumisnya apakah perlu dicukur atau tidak,” ujarnya disambut tawa para jamaah yang hadir.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, pelaksanaan tahbisan yang dimulai sejak pukul 14.00 berlangsung khidmat meski cuaca Semarang saat itu cukup panas. Jemaat yang hadir juga membekali diri dengan membawa payung atau penutup kepala lainnya. Akibat cuaca yang panas dan menyengat, sejumlah jemaat dan imam jatuh pingsan hingga harus mendapatkan perawatan. Mereka ditandu ke pos kesehatan oleh panitia dan tim medis. Diduga mereka mengalami kelelahan dan dehidrasi.

Rangkaian penahbisan Uskup Agung Semarang  diawali dengan ”Salve Agung” dan pemberkatan perlengkapan uskup pada Kamis (18/5) lalu di Gereja Katedral Semarang, dilanjutkan paraliturgi perjalanan hidup uskup.

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko menggunakan Lukas 19:10 yang memiliki makna, yakni mengenai mencari dan menyelamatkan sebagai pedomannya dalam melayani. Dilatarbelakangi begitu banyak orang yang ingin dekat dengan Tuhan, ingin bertemu dengan Tuhan, namun mengalami banyak kesulitan karena berbagai alasan.

Dalam arti, jelas dia, mereka membutuhkan bantuan dan pertolongan. Sehingga kehadiran kita untuk mereka yang hilang khususnya mereka yang tersesat dan jauh dari Tuhan, pihaknya membantu mereka mencari. ”Ini menjadi tugas kita bersama baik dalam lingkup gereja maupun bermasyarakat. Karena begitu banyak orang yang mengalami seperti itu,” katanya.

Mgr Robertus Rubiyatmoko merupakan uskup ke-6 di Keuskupan Agung Semarang (KAS) menggantikan mendiang Mgr Johannes Pujasumarta yang wafat pada 10 November 2015 lalu. Romo Rubi lahir di Sleman, 10 Oktober 1963. Dia menempuh pendidikan seminari di Seminari St Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang, kemudian menyelesaikan studi filsafat dan teologi di Wedabhakti Pontifical Faculty of Theology, Universitas Sanata Darma, Jogjakarta. (tsa/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: