Polres Mulai Awasi Harga Sembako

102
CEK HARGA: Kapolres Wonosobo AKBP Muhamad Ridwan, S.I.K tengah mengawasi harga barang pokok yang beredar di pasaran. (ISTIMEWA)
CEK HARGA: Kapolres Wonosobo AKBP Muhamad Ridwan, S.I.K tengah mengawasi harga barang pokok yang beredar di pasaran. (ISTIMEWA)

WONOSOBO–Menjelang Ramadan, Polres Wonosobo semakin intens melakukan kegiatan penertiban. Sasarannya, premanisme, miras, hingga curanmor. Razia menyasar berbagai tempat dengan potensi kejahatan tinggi, pada 5-19 Mei.

Khusus kendaraan bermotor, sasaran razia meliputi pelanggaran kasat mata hingga kelengkapan surat kendaraan bermotor.

Kapolres Wonosobo AKBP Muhamad Ridwan S.I.K melalui Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP Agus Priyono S.H menuturkan, kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Ramadan.

“Operasi kepolisian akan terus dilaksanakan untuk menjaga situasi kamtibmas menjelang bulan puasa. Selain operasi dengan sasaran premanisme, perjudian, miras, prostitusi, curas, curat, curanmor, juga dilaksanakan operasi Patuh Candi 2017. Jadi jangan heran kalau Polres Wonosobo sering menggelar razia.”

Razia menindak pelanggar undang-undang lalu lintas. Juga untuk mencegah/mempersempit ruang gerak para pelaku pencurian kendaraan bermotor.

AKP Agus menyampaikan, pihaknya mengamankan 8 pria yang melakukan premanisme. Juga 12 orang yang mengonsumsi miras di sebuah kafe di wilayah Kecamatan Wonosobo. Sebanyak 7 pelaku judi, dengan rincian 3 tersangka pelaku judi kartu remi juga ditangkap di dalam minibus yang terparkir di kompleks Terminal Sapuran pada 6 Mei 2017. Ssedangkan empat tersangka lainnya, dibekuk pada Sabtu, 13 Mei di Dusun/Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar. Mereka berjudi kartu rolet.

Selain berbagai razia, Polres juga membentuk tim untuk memantau kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Tujuannya, mencegah terjadinya penimbunan oleh makelar-makelar serta kenaikan harga sembako yang tidak wajar. “Dari hasil pantauan tim di lapangan, diperoleh hasil bahwa terjadi kenaikan harga bahan pokok, namun kenaikan tersebut masih dalam batas wajar, dan dapat dijangkau oleh masyarakat,” tutup Kasubbag Humas. (ali/sct/isk)

Tinggalkan Komentar: