Empat Perampok Terekam CCTV

Kabur ke Arah Kota Semarang

368

UNGARAN – Pelaku perampokan kantor Bank Jateng Tarubudaya Kabupaten Semarang masih dalam penyelidikan Polres Semarang. Penyidik Unit I/Pidana Umum Polres Semarang kemarin melakukan penyisiran ulang di depan kantor Bank Jateng Kantor Kas Tarubudaya dan kawasan perkantoran Tarubudaya. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV induk di kompleks perkantoran tersebut. Dari rekaman CCTV diketahui, para pelaku kabur ke arah Kota Semarang.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Hartono, mengatakan, saat ini pihaknya masih mencari keberadaan CCTV lain di sekitar lokasi kejadian. ”Kita lagi cari tambahan rekaman CCTV untuk melengkapi penyelidikan. Hasil rekaman CCTV yang di depan kantor memperlihatkan para pelaku kabur ke arah Kota Semarang,” katanya.

Dikatakan, dari rekaman CCTV induk, terlihat empat orang keluar dari kantor Bank Jateng Tarubudaya setelah melakukan perampokan. ”Kendaraan bermotor (ranmor) yang digunakan pelaku, termasuk nomor pelatnya sudah teridentifikasi,” tuturnya.

Namun ia belum bisa membeberkan nomor pelat motor pelaku dengan alasan masih dalam penyelidikan. ”Masih kami pelajari, apakah (nopol tersebut) palsu atau asli,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hadmiarso. Pihaknya juga masih mendalami sejumlah jejak para pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian. ”Kami temukan sidik jari yang diduga milik pelaku. Masih dalam pendalaman,” katanya.

Thirdy mengaku belum mendapat gambaran gamblang soal identitas pelaku. ”Masih kami selidiki. Doakan segera tertangkap,” harapnya.

Hingga kemarin pihaknya sudah meminta keterangan enam orang saksi. ”Mereka yang kemarin di lokasi kejadian. Yakni, tiga pegawai dan tiga nasabah,” katanya.

Thirdy juga mengatakan, penutupan kantor kas Bank Jateng Tarubudaya akan dilakukan hingga Minggu (21/5). Hal itu dilakukan guna kepentingan penyelidikan dari pihak kepolisian. ”Kami masih melakukan pemasangan police line (garis polisi), sehingga kami meminta pihak Bank Jateng, sementara menutup kantor tersebut untuk pelayanan umum,” ujarnya.

Ia juga berharap, meski kantor ditutup, pihak bank supaya tidak menghentikan pelayanan terhadap nasabah. ”Supaya pelayanan tetap jalan, di samping kita juga tetap bisa fokus melakukan penyelidikan,” ucapnya.

Pasca kejadian perampokan kantor Bank Jateng Tarubudaya lebih mengintensifkan mobil layanan keliling. Hal itu untuk tetap dapat memberikan pelayanan bagi para nasabahnya. ”Juga diberikan pengamanan berlapis,” ujar salah satu petugas keamanan mobil keliling Bank Jateng Tarubudaya, Toni Iswanto.

Selain menambah jumlah petugas keamanan bank, anggota Sabhara Polres Semarang bersenjata SS1-V2 juga melakukan pengamanan. ”Masih tutup. Agar nasabah tidak kecele dibuka mobil pelayanan,” katanya.

Mobil pelayanan untuk nasabah tersebut dibuka masih area kompleks perkantoran Tarubudaya. Jaraknya  hanya sekitar 30 meter dari kantor Bank Jateng Tarubudaya.

Polisi juga masih memasang police line di kantor tersebut. ”Pasca kejadian (perampokan), kami buka pelayanan melalui mobil keliling mulai pukul 09.00 sampai Jumatan,” ujar Toni.

Dikatakan Toni, nasabah yang datang ke mobil keliling sebagian besar hanya pegawai dari intansi perkantoran yang ada di sekitar kantor kas ini. Mobil pelayanan keliling kantor kas Bank Jateng di Tarubudaya Ungaran ini juga melayani penarikan maupun setor tunai.

Seperti diberitakan kemarin, aksi perampokan terjadi di Kantor Bank Jateng kompleks perkantoran Tarubudaya, Kabupaten Semarang, Kamis (18/5). Pelaku yang diduga berjumlah empat orang berhasil melumpuhkan enam orang yang ada di dalam kantor tersebut. Hanya dalam waktu 5 menit, mereka berhasil menggasak uang kas Bank Jateng senilai Rp 150 juta. Aksi perampokan sendiri diperkirakan terjadi pada pukul 13.20. Dari keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, aksi perampokan diketahui setelah beberapa pegawai Bank Jateng yang disekap menggedor-gedor sekat pembatas ruangan. (ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here