Dorong Percepatan Pembangunan Setelah Ada Perubahan Konstruksi

Komisi III Inspeksi Pembangunan Pasar Muntilan dan Perpustakaan Daerah

422
SIDAK: Komisi III DPRD Kabupaten Magelang saat mengunjungi proyek pembangunan Pasar Muntilan dan Perpustakaan Daerah. (IST)
SIDAK: Komisi III DPRD Kabupaten Magelang saat mengunjungi proyek pembangunan Pasar Muntilan dan Perpustakaan Daerah. (IST)

MUNGKID—DPRD Kabupaten Magelang melakukan inspeksi pembangunan Pasar Muntilan dan Perpustakaan Daerah, kemarin. Kegiatan pengawasan lapangan, diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan, sekaligus pengawasan terhadap progress pekerjaan.

Kegiatan dilakukan oleh Komisi III DPRD Kabupaten Magelang. Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi III, M. Yusuf Sakir. Hadir sejumlah pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta pelaksana proyek kegiatan.

”Kita ingin melakukan pengawasan ini sejak awal. Supaya kita tahu tahap per tahap dan kualitas bangunan sudah sesuai dengan rencana atau tidak,” papar Yusuf Sakir. Menurut Sakir, ada dua proyek besar di Muntilan. Yakni, pembangunan gedung Perpustakaan Daerah dan Pasar Muntilan.

Sakir menyampaikan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Magelang, harus dikawal dari masa perencanaan sampai tahap penyelesaian. Sehingga tidak ada “permainan” oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Juga agar tidak terjadi kesalahan hitung pembangunan yang dapat berakibat fatal di kemudian hari.

Apalagi, sebut Sakir, sesuai amanat undang-undang, salah satu fungsi DPRD adalah pengawasan. “Proyek revitalisasi Pasar Muntilan yang menelan dana sampai Rp 85,5 miliar dan membutuhkan 20 bulan pengerjaan, harus selalu dikontrol dan diawasi. Baik oleh Pemkab, DPRD, maupun masyarakat secara langsung.”

Saat proses peninjauan, kegiatan pembangunan Pasar Muntilan oleh PT Armada Hada Graha, sedang dalam proses awal. Yakni, penataan lokasi. Juga pengukuran pemasangan tiang pancang yang rencananya dipasang pada minggu depan.

“Kita berharap progresnya terus ditingkatkan. Mengingat proyek ini juga dimulainya sudah sedikit mundur dari rencana awal,” kata Sakir. Sebab, sambung Sakir, proyek tersebut menyangkut hajat hidup masyarakat yang mata pencahariannya bergantung pada pasar. “Kami berharap Pemkab memiliki priortias lebih.”

Masih menurut Sakir, hasil pengecekan lapangan, ada perubahan (review) konstruksi pada bangunan basement. Letak basement harus sedikit dinaikkan. Sebab, galian tidak bisa melebihi tiga meter. Jika dipaksakan, bakal memicu munculnya mata air.

Sementara itu, pembangunan Perpustakaan Daerah yang menelan biaya Rp 17,5 miliar, sudah tampak perkembangannya. Beberapa bangunan sudah mulai berdiri. Perpustakaan yang rencananya berdiri cukup megah di tengah Muntilan itu, diperkirakan selesai pada pertengahan Desember.

Anggota Komisi II, Gunawan, menambahkan, ada sejumlah proyek besar yang dilakukan pengawasan sejak dini. Mengingat ada beberapa proyek yang mengalami perubahan desain. ”Perencanaan banyak yang tidak matang, sehingga ada beberapa yang desainnya harus di-review. Seperti Pasar Muntilan dan pembangunan jembatan Sileng.”

Untuk itu, DPRD akan melakukan pengawasan ekstra. ”Selain akan memanggil pihak-pihak terkait, kita akan melakukan pengecekan di lapangan agar progress pembangunan bisa dilaksanakan sesuai spesifikasi yang ditentukan.” (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here