Beraksi Lebih Dari 18 Tempat

197
OLAH TKP: Dua pelaku curas, Masrukin alias Jambul, dan Irwan Ragil Ferdiansyah saat dilakukan rekontruksi, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OLAH TKP: Dua pelaku curas, Masrukin alias Jambul, dan Irwan Ragil Ferdiansyah saat dilakukan rekontruksi, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Weleri berhasil membekuk dua pelaku  pencurian  dengan kekerasan (curas). Salah satu pelaku terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas di kakinya lantaran melawan petugas dan mencoba kabur saat diringkus.

Dua tersangka  bernama Masrukin  alias  Jambul dan  Irwan Ragil Ferdiansyah, keduanya  warga Desa  Sripandang,  Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal.  Keduanya saat ini mendekam di sel tahanan Mapolsek  Weleri.

Keduanya ditangkap setelah berhasil menggasak rumah milik Fajar Aristiya, warga Desa Karangdowo, Kecamatan Weleri.

Jambul mengaku aksinya  dilakukan secara beramai-ramai.  Terkadang dua, empat dan enam orang. Tergantung sasarannya. “Tapi minimal dua orang,” akunya.

Sebelum mencuri, dia melakukan pemantauan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya. Jika aksinya ketahuan, pelaku mengaku tak segan-segan membekap korban agar tidak berteriak.

“Sasaran kami rumah yang tidak ada gerbangnya ataupun jendela yang tidak bertralis. Sehingga kami mudah masuk. Sedangkan hasil  curian  dibagi rata,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Irwan Ragil Ferdiansyah. Ia mengaku sudah berkali-kali mencuri.  “Saya  beraksi di Kendal  8 kali, biasanya  saya  bertiga. Satu  orang bertugas mengawasi, dua lainnya bertugas menggasak barang berharga kemudian dijual,” kata Irwan.

Kaplsek Weleri AKP  Ujang  Syamsudin, mengatakan  kedua tersangka  merupakan residivis alias mantan nara pidana. Bahkan  tercatat keduanya sudah  mencuri  lebih dari 18  tempat baik  di  Batang  maupun di Kendal.

Kedua tersangka  di tangkap  di  tempat berbeda,  sedangkan  Masrukin terpaksa di tembak kakinya  karena  melawan petugas saat akan di tangkap. “Satu pelaku terpaksa di lumpuhkan dengan timah panas karena  melawan petugas” kara  Kapolsek  Ujang.

Dari tangan tersangka  polisi berhasil  mengamankan barang bukti berupa  satu buah  televisi,  dua  buah  linggis, dan  satu  pedang samurai. Tersangka  bakal dijerat  pasal 363 KUHP  dengan ancaman hukuman  maksimal 10 tahun penjara. (bud/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here